Perkuat Nilai Kebangsaan, Kesbangpol Balikpapan Siap Kembangkan Kampung Pancasila

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Plt Kepala Kesbangpol Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Plt Kepala Kesbangpol Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perkuat Nilai Kebangsaan, Kesbangpol Balikpapan Siap Kembangkan Kampung Pancasila

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Plt Kepala Kesbangpol Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Plt Kepala Kesbangpol Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perkuat Nilai Kebangsaan, Kesbangpol Balikpapan Siap Kembangkan Kampung Pancasila 

Plt Kepala Kesbangpol Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan 

BALIKPAPAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Balikpapan berkomitmen untuk mengembangkan keberadaan Kampung Pancasila di Kota Minyak. 

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga kerukunan antarwarga.

Plt Kepala Kesbangpol Balikpapan, Zulkifli menyatakan bahwa pihak pemerintah siap berkolaborasi untuk mendukung program ini. 

Menurutnya, program Kampung Pancasila sangat sejalan dengan tugas pokok Kesbangpol dalam merawat ideologi bangsa.

"Kalau ada Kampung Pancasila, ya kita kolaborasilah Kesbangpol kan. Karena memang salah satu tugas Kesbangpol adalah mengembangkan wawasan kebangsaan, menjaga wawasan kebangsaan kan itu," ucap Zulkifli yang juga Assisten I Setdakot ini, Kamis (4/6/2026).

Saat ini, Kota Balikpapan telah memiliki dua wilayah yang dikukuhkan sebagai Kampung Pancasila sejak 2022, yaitu di kawasan Jalan Blambangan RT 62 Kelurahan Graha Indah, dan Perumahan BDS 2 Kelurahan Sungai Nangka. 

Zulkifli menilai jika program ini berjalan dengan baik, jumlahnya harus ditambah agar tidak sekadar menjadi proyek percontohan yang sempit.

"Kalau yang ada digagas oleh Kesbangpol atau instansi lain, kita lanjutkan. Kita tinggalkan, bahkan kita nanti tambah. Kalau memang hanya dua kan terlalu sempitlah, tidak mewakili kalau hanya dua. Bolehlah kalau hanya pencobaaan atau di awal," tambahnya.

Di era digital saat ini, Zulkifli menekankan bahwa kemajuan teknologi modern bukan merupakan ancaman bagi ideologi bangsa. 

Ia mencontohkan negara maju seperti Jepang yang tetap mempertahankan karakter dan budaya disiplin serta kebersihannya di mana pun mereka berada.

Karena itu, ia berharap masyarakat Balikpapan juga bisa menjadikan Pancasila sebagai karakter dasar yang mendarah daging.

"Digitalisasi itu sebenarnya kan instrumen teknologi, iya kan? Tetapi kalau Pancasila itu adalah karakter sebagai bangsa. Jadi, era digitalisasi bukan berarti ini ancaman terhadap Pancasila, tidak sebenarnya. Jadi karakter kita tetaplah sebagai bangsa Indonesia," pungkasnya.