Program MBG di Kukar Tetap Berjalan, Distribusi Ribuan Porsi Makanan Siswa Tak Terganggu

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi program mbg. (Foto: FB SPPG Tenggarong)
Ilustrasi program mbg. (Foto: FB SPPG Tenggarong)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program MBG di Kukar Tetap Berjalan, Distribusi Ribuan Porsi Makanan Siswa Tak Terganggu

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi program mbg. (Foto: FB SPPG Tenggarong)
Ilustrasi program mbg. (Foto: FB SPPG Tenggarong)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program MBG di Kukar Tetap Berjalan, Distribusi Ribuan Porsi Makanan Siswa Tak Terganggu

Ilustrasi program mbg. (Foto: FB SPPG Tenggarong)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap berlangsung normal di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Aktivitas pelayanan di tingkat daerah disebut tidak mengalami gangguan dan distribusi makanan kepada siswa masih berjalan sesuai jadwal.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjaitan, Idamsyah, memastikan operasional dapur MBG yang dikelolanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hingga saat ini, pihaknya juga belum menerima arahan terkait penghentian maupun penundaan program.

“Di tempat saya tidak ada pengaruh apa pun dan belum ada kendala yang kami hadapi,” kata Idam. Kamis (4/6/2026).

SPPG Panjaitan saat ini melayani lima sekolah di wilayah Tenggarong, yakni SD 001 Tenggarong, SD 003 Tenggarong, SD 018 Tenggarong, SMP 1 Tenggarong, dan SMP 2 Tenggarong. Setiap hari, dapur MBG tersebut memproduksi dan mendistribusikan ribuan paket makanan bagi para pelajar.

Menurut Idam, jumlah makanan yang disalurkan mencapai sekitar 3.285 paket per hari. Seluruh proses produksi hingga distribusi masih berlangsung rutin tanpa hambatan.

“Betul. Sampai sekarang distribusi berjalan setiap hari dan belum ada kendala,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa belum ada informasi resmi yang diterimanya mengenai kemungkinan penghentian sementara maupun penundaan pelaksanaan MBG di wilayah kerjanya.

“Sejauh ini saya belum menerima informasi apa pun terkait penghentian ataupun penundaan distribusi,” katanya.

Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, SPPG Panjaitan bekerja sama dengan berbagai pemasok lokal. Kebutuhan dapur dipenuhi melalui supplier daerah, pelaku UMKM, hingga kelompok tani. Skema tersebut tidak hanya mendukung kelancaran program, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku ekonomi lokal untuk terlibat dalam program nasional tersebut.

SPPG Panjaitan yang berada di bawah naungan Yayasan Abata Madrasati Jannati memperoleh dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana operasional disalurkan secara berkala, umumnya setiap pekan, dengan sistem alokasi yang telah direncanakan sebelumnya dan akan ditambah kembali ketika anggaran yang tersedia mulai menipis.

Meski memahami mekanisme pengelolaan anggaran, Idam menegaskan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan rincian nilai belanja harian maupun total anggaran operasional. Menurutnya, seluruh urusan tersebut dikelola oleh bagian keuangan dan akuntan yayasan.

Ia menjelaskan seluruh kebutuhan operasional telah dihitung dan disusun dalam perencanaan yang jelas, termasuk batas maksimal pengeluaran harian.

“Semua sudah dihitung dan memiliki alokasi anggaran masing-masing. Pengeluaran tidak bisa dilakukan sembarangan karena semuanya mengikuti perencanaan yang telah ditetapkan,” ujar Idam.

Operasional dapur MBG Panjaitan didukung oleh 47 relawan yang bertugas di berbagai sektor, mulai dari pencucian ompreng, pemorsian makanan, pengolahan makanan hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Para relawan menerima honorarium yang dihitung berdasarkan sistem kerja harian, meskipun pembayarannya dilakukan secara mingguan atau dua mingguan. Besaran honor yang diterima berbeda-beda sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Besarannya disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pekerjaan,” kata Idam.

Sementara itu, terkait informasi mengenai bantuan motor listrik untuk mendukung operasional MBG yang sempat beredar, Idam mengaku belum mengetahui adanya realisasi bantuan tersebut di SPPG Panjaitan.

“Untuk SPPG saya tidak ada motor listrik dan saya juga tidak mengetahui informasi terkait hal tersebut,” tutupnya.