Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menerima dukungan besar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupa bantuan revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan.
Bantuan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Ini disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat menghadiri kegiatan Pagi Ceria bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di BSCC Dome Balikpapan, Jumat (5/6/2026).
Rahmad Mas'ud menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada dunia pendidikan di Balikpapan.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah, khususnya dalam upaya mencetak generasi unggul dan memutus rantai kemiskinan.
"Pemerintah Kota Balikpapan memiliki komitmen kuat bahwa pendidikan adalah pondasi utama pembangunan SDM unggul. Jika ingin memutus rantai kemiskinan, maka pendidikan harus terus ditingkatkan agar kualitas SDM kita semakin unggul menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.
Rahmad mengungkapkan, pada 2025 dan 2026 Balikpapan mendapat bantuan revitalisasi gedung satuan pendidikan dasar sebanyak 10 paket.
Pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan digitalisasi pendidikan berupa 423 unit papan interaktif, 423 laptop dan 423 hard disk eksternal. Secara keseluruhan, jumlah bantuan perangkat pendidikan yang diterima mencapai sekitar 1.261 unit.
Menurut Rahmad, dukungan tersebut akan memperkuat transformasi pendidikan berbasis teknologi yang kini terus didorong Pemkot Balikpapan.
Selain menyampaikan apresiasi atas bantuan pusat, Rahmad juga memaparkan sejumlah program prioritas daerah di sektor pendidikan. Salah satunya adalah program seragam sekolah gratis bagi peserta didik PAUD, SD dan SMP.
Program tersebut mencakup tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, seragam pramuka, dan seragam batik yang diberikan kepada siswa pada masing-masing jenjang pendidikan.
Di sisi lain, Pemkot Balikpapan juga terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan sarana dan prasarana sekolah.
Sejak 2022 hingga 2026, pemerintah daerah telah membangun enam SMP baru, satu SD baru, serta sejumlah fasilitas pendidikan anak usia dini.
Tak hanya pembangunan sekolah baru, pemerintah juga melaksanakan sekitar 493 paket revitalisasi dan rehabilitasi sekolah dalam kurun waktu yang sama.
Untuk mendukung pemerataan akses pendidikan, Pemkot Balikpapan juga menjalin kerja sama dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Program yang mulai diterapkan pada 2025 tersebut akan kembali dilanjutkan pada 2026.
Rahmad berharap kunjungan Mendikdasmen ke Balikpapan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat digitalisasi pembelajaran serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
"Besar harapan kami melalui kunjungan ini sinergi antara pemerintah pusat dan Kota Balikpapan semakin erat, terutama dalam mengakselerasi digitalisasi pembelajaran dan pemenuhan sarana prasarana sekolah agar standar pendidikan di Balikpapan benar-benar berkelas dunia," pungkasnya.


