Ketua PWI Kaltim Soroti Pentingnya Literasi di Tengah Maraknya Informasi Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketua PWI Kaltim Soroti Pentingnya Literasi di Tengah Maraknya Informasi Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketua PWI Kaltim Soroti Pentingnya Literasi di Tengah Maraknya Informasi Digital

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin 

SAMARINDA - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin mengingatkan masyarakat akan pentingnya literasi dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di era digital.

Menurutnya, rendahnya tingkat literasi dapat membuat seseorang mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Bahkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan terhadap sumber informasi yang kredibel.

"Ketika kita menjauh dari literasi, jangan sampai kita masuk pada fase di mana kita tidak percaya kepada orang-orang yang memang memiliki kompetensi. Pada akhirnya, seseorang justru lebih percaya kepada orang-orang yang hanya terlihat percaya diri," jelasnya. 

Abdurrahman menilai kemampuan literasi menjadi kunci bagi masyarakat untuk memilah dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

"Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat dituntut untuk lebih kritis dan tidak mudah menerima setiap informasi secara mentah," tegasnya. 

Ia menegaskan, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara objektif agar masyarakat dapat terhindar dari hoaks, disinformasi maupun opini yang menyesatkan.

"Literasi yang baik akan membantu masyarakat mengambil keputusan berdasarkan fakta dan data, bukan semata-mata karena seseorang terlihat meyakinkan saat menyampaikan pendapatnya," pesannya. 

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar masyarakat terus meningkatkan budaya literasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Dengan literasi yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menjadi pengguna informasi yang cerdas dan bertanggung jawab.