Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Persoalan sampah yang masih terlihat di sepanjang akses menuju kawasan wisata pesisir Berau menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menjelang meningkatnya aktivitas wisata, kondisi lingkungan di jalur menuju kawasan Tanjung Batu dinilai perlu segera dibenahi agar tidak mengurangi daya tarik destinasi unggulan Berau.
Sebagai pintu gerbang menuju sejumlah objek wisata bahari, kawasan Tanjung Batu memiliki peran penting dalam memberikan kesan pertama bagi para wisatawan.
Untuk itu, kebersihan lingkungan di sepanjang jalur tersebut dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas sektor pariwisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan aksi gotong royong besar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Langkah ini dipilih sebagai solusi cepat untuk mengatasi tumpukan sampah yang masih ditemukan di beberapa titik strategis menuju kawasan wisata.
Menurutnya, menjaga wajah pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas atau promosi destinasi.
“Lingkungan yang bersih dan tertata juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kenyamanan serta pengalaman wisatawan selama berkunjung ke Berau,” ucapnya.
Yudha menjelaskan, meski pengelolaan sampah di luar area tertentu bukan sepenuhnya menjadi kewenangan sektor pariwisata, pihaknya tetap merasa perlu mengambil peran aktif.
Baginya, dampak dari persoalan sampah secara langsung akan berpengaruh terhadap citra destinasi wisata yang selama ini terus dikembangkan.
“Daripada memperdebatkan pembagian tugas antarinstansi maupun pihak terkait, kami memilih mengedepankan kerja sama dan semangat gotong royong,” ujarnya.
Pendekatan kolaboratif dinilai lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan yang telah lama menjadi keluhan masyarakat maupun pengunjung.
Aksi bersih-bersih yang direncanakan dalam waktu dekat tersebut diperkirakan melibatkan lebih dari seratus peserta.
Tak hanya warga sekitar, kegiatan itu juga akan diikuti pelaku usaha wisata, pengelola penginapan, pemilik kios, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) hingga para ketua RT di kawasan Tanjung Batu.
“Kami berharap gerakan bersama ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan kondisi kawasan yang lebih bersih dan nyaman, akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) pesisir Berau diharapkan semakin siap menyambut wisatawan serta memperkuat daya saing pariwisata daerah. (Adv)



