Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Tawa dan keceriaan mewarnai Gedung Kopkar Pupuk Kaltim saat puluhan anak penyandang disabilitas berbaur bersama relawan perusahaan dalam kegiatan Sehari Bersama Teman Hebat untuk Penguatan dan Dukungan Inklusif (SAHABAT PEDULI). Lebih dari sekadar kegiatan sosial, program ini menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas interaksi dengan lingkungan sekitar.
Sebanyak 50 anak disabilitas dari empat Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bontang mengikuti berbagai aktivitas bersama 100 karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang terlibat sebagai relawan.
Melalui permainan kelompok, aktivitas kreatif, hingga deklarasi inklusi disabilitas, anak-anak diajak untuk tampil, berinteraksi, dan mengekspresikan diri dalam suasana yang penuh dukungan.
Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan ruang sosial yang lebih terbuka bagi anak-anak disabilitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi.
Menurut dia, pendidikan inklusi tidak hanya berbicara mengenai akses terhadap pendidikan formal, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi, diterima, dan berkembang bersama dalam kehidupan sosial.
“Perhatian terhadap pendidikan inklusi menjadi bagian penting dari komitmen sosial Pupuk Kaltim dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan setara bagi anak,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Rezha menjelaskan, keterlibatan langsung para relawan memberikan pengalaman yang berharga bagi kedua belah pihak. Anak-anak mendapatkan dukungan sosial dan kesempatan membangun rasa percaya diri, sementara para relawan belajar memahami keberagaman serta pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif.
“Pupuk Kaltim memandang pendidikan inklusi tidak hanya bicara soal fasilitas belajar, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan sosial yang menerima, menghargai, dan mendukung anak untuk berkembang bersama,” katanya.
Selain kegiatan pendampingan, Pupuk Kaltim juga menyerahkan bantuan peralatan multimedia kepada SLB di Kota Bontang sebagai dukungan terhadap proses pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah menghadirkan metode pembelajaran yang lebih menarik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Bontang, Marwati, menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak besar terhadap perkembangan sosial anak disabilitas.
Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas adalah keterbatasan ruang interaksi sosial yang membuat mereka kurang percaya diri untuk berpartisipasi di lingkungan masyarakat.
Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan ruang interaksi yang positif menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan yang lebih inklusif.
“Anak-anak ini butuh ruang untuk tumbuh percaya diri dan merasa diterima. Saat banyak pihak terlibat dan menunjukkan perhatian, dampaknya sangat positif bagi perkembangan sosial mereka,” ungkap Marwati.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar semakin banyak anak disabilitas yang memperoleh kesempatan berkembang secara optimal tanpa hambatan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Pupuk Kaltim menunjukkan bahwa dukungan terhadap penyandang disabilitas tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sarana, tetapi juga dengan menghadirkan ruang kebersamaan yang membuat mereka merasa diterima, dihargai, dan menjadi bagian penting dari masyarakat.


