Kapasitas Ruang Isolasi TB-HIV di RSUD IA Moeis Bakal Bertambah Jadi 10 Tempat Tidur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ruang poliklinik TB yang ada di RSUD IA Moeis, Jumat (5/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ruang poliklinik TB yang ada di RSUD IA Moeis, Jumat (5/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kapasitas Ruang Isolasi TB-HIV di RSUD IA Moeis Bakal Bertambah Jadi 10 Tempat Tidur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ruang poliklinik TB yang ada di RSUD IA Moeis, Jumat (5/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ruang poliklinik TB yang ada di RSUD IA Moeis, Jumat (5/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kapasitas Ruang Isolasi TB-HIV di RSUD IA Moeis Bakal Bertambah Jadi 10 Tempat Tidur

Ruang poliklinik TB yang ada di RSUD IA Moeis, Jumat (5/6/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA – Sebagai bagian dari 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan yang harus diberikan kepada masyarakat, layanan penanganan Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) terus diperkuat di Kota Samarinda. 

RSUD IA Moeis pun menyiapkan penambahan kapasitas ruang isolasi khusus TB-HIV guna meningkatkan akses pelayanan bagi pasien.

Tahun ini, RSUD IA Moeis akan merehabilitasi fasilitas perawatan TB-HIV sehingga jumlah tempat tidur meningkat dari enam menjadi 10 unit.

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, Osa Rafshodia, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, khususnya bagi pasien TB dan HIV yang membutuhkan penanganan khusus.

"Rumah sakit umum daerah ini milik pemerintah, sehingga fungsi sosial menjadi prioritas selain fungsi pelayanan kesehatan," kata Osa.

Selama ini, kata dia, pelayanan TB dan HIV di RSUD IA Moeis berjalan dengan baik. Saat ini rumah sakit memiliki enam tempat tidur untuk ruang isolasi pasien TB-HIV.

Namun seiring meningkatnya kebutuhan layanan, kapasitas tersebut akan diperluas menjadi 10 tempat tidur.

Anggaran untuk rehabilitasi ruang isolasi telah tersedia dan saat ini masih dalam tahap peninjauan oleh Inspektorat Daerah.

Meski nilai final anggaran belum ditetapkan, proses pengerjaan ditargetkan mulai pada Juli 2026 dan selesai pada Desember 2026.

Selain peningkatan fasilitas, Osa juga mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan dalam penyediaan obat-obatan untuk pasien TB dan HIV.

Menurutnya, distribusi obat selama ini berjalan cukup baik meskipun sempat terjadi keterlambatan pengiriman dari Kementerian Kesehatan pada tahun lalu.

Terkait tren kasus, Osa mengakui jumlah pasien TB dan HIV masih menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Sebab, kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi Samarinda sebagai kota tujuan dan kota singgah yang terus mengalami pertumbuhan jumlah penduduk.

Meski demikian, tantangan terbesar dalam penanganan kedua penyakit tersebut bukan hanya pada aspek medis, melainkan juga kepatuhan pasien menjalani pengobatan. 

Pasien TB harus menjalani terapi dalam jangka waktu berbulan-bulan, sedangkan pasien HIV memerlukan pengobatan seumur hidup.

Untuk itu, Osa menilai diperlukan keterlibatan berbagai pihak di luar sektor kesehatan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, dukungan lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan pasien.

"Untuk pasien TB, penting agar mereka rutin berobat dan anggota keluarga juga melakukan pemeriksaan. Sementara untuk HIV, jangan sampai ada hukuman atau stigma sosial dari masyarakat," tegasnya.

Menurutnya stigma yang masih berkembang di masyarakat sering kali membuat pasien merasa takut atau malu sehingga menghentikan pengobatan. Padahal, keberhasilan pengendalian TB dan HIV sangat bergantung pada kepatuhan pasien menjalani terapi hingga tuntas.

"Semua pihak harus terlibat agar pasien tetap mendapatkan dukungan dan tidak berhenti berobat karena tekanan sosial," pungkasnya.