BREAKING NEWS: Mayat Membusuk di Gedung Sarang Walet Gegerkan Warga Sangatta, Identitas Korban Masih Misterius

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Penemuan mayat di Gang Maarif RT 46 Desa Sangatta Utara. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Penemuan mayat di Gang Maarif RT 46 Desa Sangatta Utara. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BREAKING NEWS: Mayat Membusuk di Gedung Sarang Walet Gegerkan Warga Sangatta, Identitas Korban Masih Misterius

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Penemuan mayat di Gang Maarif RT 46 Desa Sangatta Utara. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Penemuan mayat di Gang Maarif RT 46 Desa Sangatta Utara. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BREAKING NEWS: Mayat Membusuk di Gedung Sarang Walet Gegerkan Warga Sangatta, Identitas Korban Masih Misterius

Penemuan mayat di Gang Maarif RT 46 Desa Sangatta Utara. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Warga Gang Ma'arif RT 46, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) digegerkan penemuan mayat yang kondisinya sudah membusuh di sebuah sarang walet di lokasi tersebut.

Warga setempat menemukan sesosok mayat dengan sebagian badan tinggal kerangka pada Sabtu (6/6/2026), termasuk belum diketahui jenis kelaminnya.

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hendak menuju ke saran walet itu.

Curiga dengan bau menyengat yang berasal dari dalam gedung, warga kemudian melakukan pengecekan sebelum akhirnya menemukan jasad dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Polres Kutai Timur (Kutim) yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga siang tadi, area sekitar bangunan masih dipadati warga yang ingin mengetahui perkembangan kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kondisi jasad sudah mengalami pembusukan berat sehingga menyulitkan proses identifikasi. Petugas harus mengumpulkan bagian tulang dan tengkorak yang ditemukan di lokasi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk perkiraan waktu kematian, diduga sudah berlangsung beberapa minggu. Tapi kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

Sementara pengelola bangunan sarang walet mengaku lokasi tersebut sudah sekitar enam bulan tidak digunakan untuk aktivitas pemanenan. 

Menurutnya, pengelolaan bangunan termasuk akses kunci selama ini berada di tangan orang kepercayaan pemilik.

Karena kondisi jasad yang sudah rusak, identifikasi melalui sidik jari diperkirakan sulit dilakukan. 

Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan mengenai dugaan penyebab kematian maupun kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.