BRIN dan TN Kayan Mentarang Siapkan Ekspedisi Internasional Telusuri Kawasan Endemik Borneo di Krayan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para peneliti saat bertemu dengan tokoh adat besar Krayan (Foto: TNKM)
Para peneliti saat bertemu dengan tokoh adat besar Krayan (Foto: TNKM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BRIN dan TN Kayan Mentarang Siapkan Ekspedisi Internasional Telusuri Kawasan Endemik Borneo di Krayan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para peneliti saat bertemu dengan tokoh adat besar Krayan (Foto: TNKM)
Para peneliti saat bertemu dengan tokoh adat besar Krayan (Foto: TNKM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BRIN dan TN Kayan Mentarang Siapkan Ekspedisi Internasional Telusuri Kawasan Endemik Borneo di Krayan

Para peneliti saat bertemu dengan tokoh adat besar Krayan (Foto: TNKM)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) bersama tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional tengah mempersiapkan ekspedisi penelitian berskala internasional di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan.

Penelitian tersebut difokuskan untuk menelusuri kembali kawasan-kawasan endemik di Pulau Borneo yang diyakini memiliki peran penting dalam sejarah evolusi keanekaragaman hayati Asia Tenggara.

Persiapan kegiatan diawali melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang berlangsung di kediaman Kepala Adat Besar Krayan Hilir, Daniel Sinau.

Pertemuan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, tokoh adat, tim peneliti BRIN, serta petugas Balai TNKM.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya penelitian dan konservasi di kawasan perbatasan Kaltara yang masih menyimpan kekayaan hayati bernilai tinggi.

“Penelitian ini tidak hanya bertujuan mengungkap kembali wilayah-wilayah endemik Borneo, tetapi juga memperkuat basis data ilmiah yang akan mendukung pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. Kawasan Krayan memiliki nilai ekologis yang sangat penting dan menjadi bagian dari bentang alam yang masih relatif terjaga,” ujarnya.

Penelitian yang mengusung tema Research on the Rediscovery of Bornean Areas of Endemism of Evolutionary Source of Southeast Asia's Remarkable Terrestrial Biodiversity tersebut akan melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang menjadi pusat evolusi dan persebaran spesies endemik di Borneo.

Menurut Seno, pelaksanaan penelitian di kawasan konservasi tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan masyarakat adat yang selama ini hidup berdampingan dengan alam dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami menempatkan masyarakat adat sebagai mitra utama dalam setiap kegiatan penelitian. Dukungan dan persetujuan mereka menjadi bagian penting agar seluruh proses berjalan sesuai dengan norma, nilai budaya, dan hukum adat yang berlaku di wilayah Krayan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah kecamatan dan tokoh adat setempat juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan penelitian.

Sinergi antara peneliti, pengelola kawasan konservasi dan masyarakat adat diharapkan mampu menghasilkan data ilmiah yang bermanfaat sekaligus tetap menghormati kearifan lokal.

Seno menambahkan, hasil penelitian nantinya tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan publikasi akademik internasional, tetapi juga menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan perlindungan dan pengelolaan kawasan TNKM.

“Temuan-temuan yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi jangka panjang serta memastikan keberlanjutan ekosistem endemik Borneo yang menjadi salah satu kekayaan hayati terpenting di Asia Tenggara,” pungkasnya.