Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital RI, Tiar Nabilla Karbala melakukan kunjungan ke Balikpapan untuk menyerap aspirasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan usaha.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam kegiatan Ngobrol UMKM 2026 bertema "Penguatan UMKM Hijau sebagai Pilar Investasi Masa Depan" yang digelar di Auditorium Balaikota Balikpapan, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Tiar Nabilla Karbala menjelaskan, kunjungan ke Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan bagian dari rangkaian perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi pelaku UMKM.
Sebelumnya, pihaknya telah mengunjungi sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan, Aceh, Yogyakarta, Surabaya dan Jawa Timur. "Kami membawa misi penting ke daerah. Sesuai tugas kami di bidang UMKM dan teknologi digital, kami banyak berdialog dan bertemu dengan teman-teman UMKM yang memiliki berbagai kekhawatiran, tantangan, dan persoalan yang ingin mereka sampaikan," kata Tiar.
Ia mengungkapkan, salah satu tugas utama staf khusus adalah menghimpun berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan untuk kemudian dilaporkan langsung kepada Presiden dalam bentuk memo dan laporan kebijakan.
Menurutnya, laporan tersebut menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam merumuskan berbagai program dan kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Selain menyerap aspirasi, pihaknya juga berperan menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan kementerian terkait. Untuk isu teknologi digital, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sedangkan pengembangan UMKM dilakukan bersama Kementerian UMKM dan berbagai lembaga pendukung usaha.
Dalam kunjungannya ke berbagai daerah, Tiar mengaku banyak mengangkat isu pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu meningkatkan produktivitas UMKM.
Menurutnya, AI saat ini bukan lagi teknologi yang sulit dijangkau masyarakat karena telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari penggunaan peta digital hingga berbagai aplikasi yang ada di telepon pintar.
"AI itu sudah ada di kehidupan kita sehari-hari. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu produktivitas dan pengembangan usaha," ujarnya.
Melalui kerja sama dengan berbagai mitra swasta, termasuk perusahaan teknologi global, pihaknya juga aktif memberikan literasi dan pelatihan dasar AI kepada ratusan pelaku UMKM di berbagai daerah.
Ia mencontohkan sejumlah pelaku usaha yang berhasil memanfaatkan AI untuk menciptakan inovasi produk baru, melakukan riset pasar, hingga menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.
Selain itu, Tiar menilai transformasi digital memiliki keterkaitan erat dengan konsep UMKM hijau karena mampu mengurangi penggunaan kertas dan berbagai kebutuhan promosi konvensional yang menghasilkan limbah.
Penggunaan pembayaran digital, promosi melalui media sosial, hingga pengiriman dokumen secara elektronik dinilai menjadi bagian dari upaya menciptakan usaha yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Kami ingin memastikan pelaku UMKM di daerah tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi. Karena ke depan, daya saing usaha akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan beradaptasi dengan transformasi digital," pungkasnya.


