Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Konsorsium Gerbangtara berkomitmen memperluas akses pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sumber pendanaan dan investasi, khususnya bagi usaha yang menerapkan prinsip keberlanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Koordinator Konsorsium Gerbangtara, Aie Natasha usai penyelenggaraan kegiatan Ngobrol UMKM 2026 yang menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital RI, Tiar Nabilla Karbala di Auditorium Balaikota Balikpapan, Sabtu (6/6/2206).
Aie Natasha mengatakan Gerbangtara selama ini berupaya menjadi penghubung antara masyarakat di Kaltim dengan pemerintah pusat melalui berbagai forum dialog dan diskusi publik.
Kegiatan tersebut bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah pusat untuk memahami kondisi dan kebutuhan daerah.
"Kami dari Konsorsium Gerbangtara dari tahun ke tahun membuka kesempatan untuk berdialog antara masyarakat di Kalimantan Timur dengan pemerintah pusat. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah menyerap aspirasi sekaligus memberikan gambaran kepada pemerintah pusat mengenai kondisi yang ada di daerah," kata Natasha.
Dalam kegiatan tersebut, tema yang diangkat adalah *Penguatan UMKM Hijau sebagai Pilar Investasi Masa Depan. Menurutnya, konsep UMKM hijau menjadi salah satu isu penting yang perlu mulai diperkenalkan secara luas kepada masyarakat karena berkaitan erat dengan pembangunan berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, diskusi yang berlangsung menunjukkan masih banyak tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam memahami konsep ekonomi hijau.
Namun di sisi lain, terdapat peluang besar untuk mengembangkan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.
"Masih banyak tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan konsep pembangunan berkelanjutan melalui UMKM. Secara konsep mungkin belum terlalu familiar di masyarakat, tetapi ini adalah masa depan yang harus kita perhitungkan sejak sekarang," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Gerbangtara berencana membuka lebih banyak jejaring kerja sama dengan sektor swasta, investor hingga lembaga keuangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pelaku usaha di Kaltim mendapatkan akses pembiayaan yang lebih luas.
Menurut Natasha, peluang terbesar yang dapat diberikan Gerbangtara adalah menghubungkan program maupun usaha yang berkembang di daerah dengan pihak-pihak yang memiliki kapasitas pendanaan.
"Ke depan kami akan membuka jejaring kerja sama dengan private sector. Kami ingin menghubungkan program maupun usaha yang ada di Kalimantan Timur dengan pemberi dana, baik investor, angel investor maupun lembaga keuangan seperti perbankan yang mendukung proyek sosial dan usaha berkelanjutan," jelasnya.
Sementara Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital RI, Tiar Nabilla Karbala mengapresiasi inisiatif Gerbangtara yang dinilai mampu menjadi wadah penyerapan aspirasi pelaku UMKM di Balikpapan dan sekitarnya.
Menurut Tiar, forum semacam itu penting untuk mendorong pelaku usaha lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
"Harapannya UMKM di Kota Balikpapan bisa lebih melek terhadap perkembangan teknologi sehingga dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk membantu produktivitas usaha mereka," katanya.
Ia menambahkan, AI memiliki banyak manfaat bagi UMKM, mulai dari membantu pembuatan desain, analisis laporan keuangan, hingga pengolahan data yang dapat mendukung pengembangan usaha.
"AI adalah teknologi yang sangat penting dan banyak membantu UMKM, tidak hanya di kota besar tetapi juga di daerah-daerah lainnya. Karena itu teknologi ini perlu terus didorong agar dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM," tuturnya.


