Banner ADV

Pemkab Berau Temukan Solusi untuk Air Bersih Maratua, Anggaran Rp10 Miliar Bisa Dihemat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2169 kali dibaca
Bupati berau tinjau Embung Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati berau tinjau Embung Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pemkab Berau Temukan Solusi untuk Air Bersih Maratua, Anggaran Rp10 Miliar Bisa Dihemat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2169 kali dibaca
Bupati berau tinjau Embung Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati berau tinjau Embung Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pemkab Berau Temukan Solusi untuk Air Bersih Maratua, Anggaran Rp10 Miliar Bisa Dihemat

2169
Bupati berau tinjau Embung Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Pulau Maratua terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. 

Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah memilih langkah yang lebih efisien dengan memanfaatkan kembali instalasi pengolahan air bersih (IPA) yang sudah dimiliki dibanding membangun fasilitas baru.

Langkah tersebut mencuat setelah Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melakukan peninjauan ke Embung Maratua dan sejumlah fasilitas pendukung air bersih di wilayah kepulauan tersebut.

Dari hasil peninjauan lapangan, pemerintah daerah melihat bahwa instalasi pengolahan air bersih yang ada saat ini masih dalam kondisi layak operasional. Karena itu, Pemkab Berau mempertimbangkan untuk memindahkan fasilitas tersebut ke kawasan yang lebih dekat dengan Embung Maratua sebagai sumber air baku.

Menurut Sri Juniarsih, skema tersebut berpotensi menghemat anggaran hingga sekitar Rp10 miliar. Angka tersebut setara dengan biaya yang harus disiapkan apabila pemerintah memilih membangun atau membeli instalasi baru.

“Kami menemukan solusi yang dapat menghemat anggaran sekitar Rp10 miliar dengan memindahkan mesin pengolahan air bersih yang lama ke lokasi yang lebih dekat dengan embung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi yang direncanakan untuk penempatan instalasi telah tersedia sehingga proses distribusi air ke kawasan permukiman nantinya dapat dilakukan lebih mudah dan efisien.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Berau akan mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan tahun 2026. Dana itu akan digunakan untuk menyiapkan lahan serta pembangunan fondasi dan sarana pendukung lainnya.

Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan persiapan dapat diselesaikan dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Setelah infrastruktur pendukung siap, proses relokasi sekaligus pengoperasian kembali instalasi lama dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.

Sri Juniarsih menegaskan bahwa pemanfaatan aset yang sudah tersedia merupakan pilihan paling rasional dalam kondisi saat ini.

“Alat yang ada masih layak digunakan. Jika membeli yang baru, biayanya bisa mencapai sekitar Rp10 miliar,” katanya.

Meski kapasitas layanan yang dihasilkan nantinya belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Maratua, keberadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat sistem penyediaan air bersih di wilayah kepulauan.

Sementara itu, opsi pemanfaatan teknologi desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar masih belum menjadi prioritas. Pemerintah daerah menilai skema tersebut membutuhkan investasi yang cukup besar sehingga perlu melalui kajian yang lebih matang.

Selain membahas persoalan air bersih, Sri Juniarsih juga menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur dasar dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata Maratua. 

Sebagai salah satu destinasi unggulan Kalimantan Timur, ketersediaan layanan dasar dinilai menjadi faktor penting untuk menunjang kenyamanan masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Maratua akan semakin berkembang apabila ditopang oleh layanan publik yang memadai, termasuk akses terhadap air bersih.

Di tengah kondisi keuangan daerah yang tidak lagi sebesar beberapa tahun sebelumnya, Pemkab Berau tetap berupaya menjalankan pembangunan secara efektif melalui berbagai langkah efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Adv)