Puluhan Kader HMI Ikuti Intermediate Training dan Senior Course Nasional di Kukar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sambutan bupati kukar, di pembukaan Intermediate Training dan Senior Course HMI. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Sambutan bupati kukar, di pembukaan Intermediate Training dan Senior Course HMI. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Puluhan Kader HMI Ikuti Intermediate Training dan Senior Course Nasional di Kukar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sambutan bupati kukar, di pembukaan Intermediate Training dan Senior Course HMI. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Sambutan bupati kukar, di pembukaan Intermediate Training dan Senior Course HMI. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Puluhan Kader HMI Ikuti Intermediate Training dan Senior Course Nasional di Kukar

Sambutan bupati kukar, di pembukaan Intermediate Training dan Senior Course HMI. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang irawan

TENGGARONG - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan Intermediate Training dan Senior Course Nasional di Pendopo Bupati Kukar, Tenggarong, Sabtu (6/6/2026) malam. 
Kegiatan kaderisasi lanjutan ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kesiapan menghadapi berbagai perubahan, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh daerah, di antaranya Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, perwakilan Kodim 0906/Kukar, perwakilan Polres Kukar, unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta kader HMI dari berbagai daerah.

Ketua HMI Cabang Kukar, Zulhansyah, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 76 peserta yang akan menjalani proses kaderisasi sebagai tahapan penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia.

“Kami berharap seluruh kader dan pengurus HMI terus berjuang melahirkan generasi terbaik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Kukar maupun Indonesia,” katanya.

Menurutnya, posisi strategis Kukar sebagai daerah yang kaya akan sejarah, budaya, dan potensi pembangunan menuntut hadirnya generasi muda yang mampu berperan aktif dalam berbagai proses pembangunan. Terlebih dengan hadirnya IKN di Kalimantan Timur yang membawa tantangan sekaligus peluang besar bagi daerah.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Badan Koordinasi (Badko) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Ashan Putra Pradana, menekankan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian kaderisasi dengan serius. Ia menilai proses pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari tujuh malam tersebut merupakan ruang pembelajaran untuk memperkuat karakter, kapasitas intelektual, dan kemampuan kepemimpinan kader.

“Di tengah perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan politik yang begitu cepat, kader HMI harus mampu beradaptasi dengan dinamika yang terjadi. Karena itulah forum-forum kaderisasi seperti ini menjadi sangat penting,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang juga menjabat sebagai Koordinator Presidium KAHMI Kukar menyampaikan dukungannya terhadap proses kaderisasi yang terus dijalankan HMI. Menurutnya, pembinaan kader merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan yang berintegritas dan memiliki kapasitas yang mumpuni.

“Kami sebagai bagian dari KAHMI akan selalu mendukung aktivitas kaderisasi. Adinda-adinda sekalian adalah matahari yang baru terbit, yang kelak akan meneruskan estafet kepemimpinan dan membawa perubahan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Aulia turut mendorong peserta memanfaatkan forum-forum diskusi dan kajian selama pelatihan untuk membahas berbagai isu strategis, terutama yang berkaitan dengan pembangunan IKN serta dampaknya bagi Kaltim dan Kukar

Menurutnya, keberadaan IKN harus dipandang sebagai kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus menyumbangkan pemikiran yang konstruktif bagi pembangunan daerah maupun nasional.

“Pemerintah berharap forum-forum kajian yang dilaksanakan mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif terkait IKN dan pembangunan masa depan. Ini harus menjadi semangat bagi seluruh kader HMI,” tegasnya.

Kegiatan Intermediate Training dan Senior Course yang berlangsung selama tujuh hari tersebut diharapkan menjadi sarana penguatan karakter, peningkatan kemampuan intelektual, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan. Melalui kaderisasi yang berkelanjutan, HMI diharapkan terus melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara di tengah dinamika pembangunan yang terus berkembang.