Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Balap Motor Putaran IV Piala Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tidak sekadar menghadirkan persaingan para pembalap di lintasan. Ajang ini juga dinilai memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, promosi pariwisata, hingga pembinaan atlet otomotif di Kalimantan Timur (Kaltim)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan kegiatan olahraga berskala regional seperti Kejurprov mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain menjadi sarana kompetisi, event tersebut turut membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM serta meningkatkan kunjungan ke daerah.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan otomotif menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Event seperti ini tidak hanya berdampak pada dunia olahraga, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor ekonomi, UMKM, pariwisata, dan promosi daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut. Minggu (7/6/2026)
Aulia juga memberikan apresiasi kepada Ikatan Motor Indonesia Provinsi Kaltim dan Ikatan Motor Indonesia Kukar yang dinilai konsisten melakukan pembinaan terhadap atlet dan komunitas otomotif di daerah.
Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan Kejurprov merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari organisasi olahraga, panitia pelaksana, pemerintah daerah hingga para pemangku kepentingan lainnya.
“Kolaborasi yang terjalin selama ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga otomotif dan melahirkan atlet-atlet yang mampu berprestasi di level nasional maupun internasional,” katanya.
Kepada para pembalap asal Kukar, Aulia berpesan agar menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas serta menjunjung tinggi aspek keselamatan selama perlombaan berlangsung.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurprov Putaran IV Piala Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Ades Carita Buana, mengungkapkan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti sekitar 280 pembalap dari berbagai daerah.
Peserta berasal dari sembilan kabupaten dan kota di Kaltim, yakni Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Balikpapan, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Paser, serta tuan rumah Kutai Kartanegara. Selain itu, pembalap dari Kalimantan Selatan dan Jawa Timur juga turut ambil bagian.
Adji menyebut penyelenggaraan kejuaraan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Berdasarkan survei yang dilakukan IMI Pusat, nilai perputaran uang selama event berlangsung diperkirakan mencapai Rp1 miliar hingga Rp3 miliar.
Ia berharap pelaku UMKM yang terlibat dalam berbagai kegiatan olahraga dapat memperoleh manfaat maksimal tanpa dibebani biaya tambahan.
“Kami ingin setiap event yang digelar benar-benar memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang dan merasakan dampak ekonomi secara langsung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adji mengapresiasi kehadiran Bupati Kukar dalam pembukaan kejuaraan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi dorongan penting bagi perkembangan olahraga balap motor di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan komunitas otomotif agar Kukar memiliki sirkuit balap permanen yang representatif. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Keberadaan sirkuit permanen akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi atlet dan komunitas otomotif, tetapi juga bagi sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata daerah,” katanya.
Melalui penyelenggaraan Kejurprov Balap Motor Piala Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, olahraga kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu instrumen pembangunan daerah. Selain melahirkan atlet berprestasi, ajang tersebut juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat serta sarana promosi potensi daerah di Kaltim.


