DPRD Samarinda Soroti Hasil TKA Siswa Jeblok, Novan Minta Pemerintah Evaluasi Penyebabnya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Samarinda Soroti Hasil TKA Siswa Jeblok, Novan Minta Pemerintah Evaluasi Penyebabnya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Samarinda Soroti Hasil TKA Siswa Jeblok, Novan Minta Pemerintah Evaluasi Penyebabnya 

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang menunjukkan rendahnya capaian nilai Matematika dan Bahasa Indonesia mendapat perhatian dari DPRD Samarinda. 

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, meminta pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab menurunnya kemampuan akademik siswa pada dua mata pelajaran dasar tersebut.

Berdasarkan data TKA 2026, rata-rata nilai Matematika pada jenjang SD tercatat 42,41 dan Bahasa Indonesia 60,14. Sementara pada jenjang SMP, rata-rata nilai Matematika berada di angka 40,34 dan Bahasa Indonesia 60,83.

Melihat hasil itu, Novan menilai capaian itu harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya melihat data statistik secara nasional tanpa mengidentifikasi akar persoalan yang terjadi di lapangan.

"Ini perlu menjadi bahan review bagi Kementerian Pendidikan. Harus dicari apa kendala yang sebenarnya terjadi sehingga terjadi penurunan pada dua mata pelajaran tersebut," ujarnya.

Menurutnya, pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia merupakan kompetensi dasar yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, penurunan capaian pada kedua mata pelajaran tersebut perlu mendapat perhatian khusus.

"Berhitung dan berbahasa adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam keseharian. Kalau terjadi penurunan, tentu harus dicari penyebabnya," katanya.

Meski demikian, ia tidak melihat kurikulum sebagai faktor utama yang menyebabkan penurunan capaian akademik siswa. Menurutnya, materi dasar seperti Matematika dan Bahasa Indonesia telah diajarkan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Ia menduga salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan dan kualitas tenaga pengajar. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebutuhan guru di sekolah-sekolah dapat terpenuhi sehingga proses pembelajaran berjalan optimal.

Novan juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara kebijakan pendidikan yang diterapkan pemerintah pusat dengan kondisi di daerah. Berbagai program dan kebijakan baru yang harus dijalankan daerah perlu diimbangi dengan dukungan yang memadai dari pemerintah pusat.

Komisi IV DPRD Samarinda berharap hasil TKA 2026 dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan, khususnya pada kemampuan dasar literasi dan numerasi yang menjadi fondasi pembelajaran siswa.

"Saya pikir bukan soal kurikulum, karena Matematika dan Bahasa Indonesia merupakan pelajaran mendasar yang sudah diajarkan sejak lama. Yang perlu dicari sekarang adalah apa penyebab penurunannya," pungkasnya.