Banner ADV

Pemkab Berau Kebut Operasional TPST untuk Atasi Persoalan Sampah Maratua

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2083 kali dibaca
Bupati Berau tinjau lokasi TPST di Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati Berau tinjau lokasi TPST di Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pemkab Berau Kebut Operasional TPST untuk Atasi Persoalan Sampah Maratua

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2083 kali dibaca
Bupati Berau tinjau lokasi TPST di Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati Berau tinjau lokasi TPST di Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pemkab Berau Kebut Operasional TPST untuk Atasi Persoalan Sampah Maratua

2083
Bupati Berau tinjau lokasi TPST di Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pertumbuhan sektor pariwisata di Pulau Maratua membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Namun di balik meningkatnya jumlah wisatawan, muncul tantangan baru yang tak kalah penting, yakni pengelolaan sampah. 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mempercepat rencana pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di pulau terluar tersebut.

Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi TPST, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menekankan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kebersihan lingkungan yang terjaga.

Menurutnya, Maratua yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata bahari Kalimantan Timur harus mampu menghadirkan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi wisatawan. 

“seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga komunitas,”ucapnya.

Melalui camat dan kepala kampung, edukasi mengenai pentingnya memilah sampah terus didorong. Sri Juniarsih menilai pola pikir masyarakat terhadap sampah perlu diubah. Sampah tidak lagi sekadar dianggap sebagai barang buangan, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Ia menjelaskan, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun pakan ternak, sementara sampah anorganik seperti plastik berpotensi diolah kembali menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual. 

“Dengan pengelolaan yang tepat, masyarakat tidak hanya berkontribusi menjaga lingkungan, tetapi juga berpeluang memperoleh tambahan penghasilan,” ujarnya.

Meski bangunan TPST telah tersedia, fasilitas tersebut masih memerlukan sejumlah penyempurnaan agar dapat beroperasi secara maksimal. Namun demikian, Pemkab Berau menargetkan TPST sudah bisa mulai difungsikan dalam waktu dekat melalui tahapan pengembangan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Hasil pembahasan dengan bidang teknis menunjukkan bahwa kebutuhan dana sekitar Rp600 juta hingga Rp700 juta sudah cukup untuk mendukung operasional awal fasilitas tersebut. Fokus utama saat ini adalah penyediaan atap bangunan serta sarana dasar yang diperlukan agar aktivitas pengolahan sampah dapat segera berjalan.

Pemerintah daerah menyadari keterbatasan fiskal yang ada. Karena itu, penyempurnaan fasilitas TPST akan dilakukan secara bertahap sambil menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

Selain mengandalkan dukungan pemerintah, Pemkab Berau juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki komitmen terhadap pengelolaan lingkungan. Keterlibatan investor maupun mitra pengelola dinilai dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di Maratua.

Keberadaan TPST sendiri dinilai menjadi kebutuhan mendesak seiring pesatnya perkembangan pariwisata di pulau tersebut. 

“Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, volume sampah yang berakhir di lingkungan dapat ditekan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui aktivitas daur ulang dan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai,” pungkasnya. (Adv)