Pesan Berantai Tsunami Bikin Panik Warga, BPBD Pastikan Bontang tak Berada dalam Zona Terdampak Gempa di Sulut

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tugu Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Tugu Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pesan Berantai Tsunami Bikin Panik Warga, BPBD Pastikan Bontang tak Berada dalam Zona Terdampak Gempa di Sulut

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tugu Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Tugu Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pesan Berantai Tsunami Bikin Panik Warga, BPBD Pastikan Bontang tak Berada dalam Zona Terdampak Gempa di Sulut 

Tugu Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Beredarnya informasi yang menyebut Kota Bontang berpotensi terdampak tsunami akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada Senin (8/6/2026) pagi, sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Sejumlah unggahan di media sosial dan pesan berantai menyebut Kota Taman masuk dalam wilayah yang berisiko terdampak tsunami pascagempa yang terjadi sekitar pukul 06.37 WIB. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan menimbulkan kekhawatiran warga.

Padahal, berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meskipun gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami dan telah menyebabkan kenaikan muka air laut di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya, tidak ada keterangan yang menyatakan Kota Bontang berada dalam zona terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, menegaskan bahwa kondisi di wilayah Bontang hingga saat ini masih aman dan tidak masuk dalam daerah yang berpotensi terdampak tsunami.

“Kami sudah memantau perkembangan informasi dari BMKG. Untuk Bontang, hingga saat ini tidak ada potensi terdampak tsunami,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berasal dari media sosial dan belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami minta warga tetap tenang dan tidak panik. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” tambahnya.

Kepanikan sempat dirasakan sejumlah warga setelah menerima pesan berantai terkait ancaman tsunami. Rahmat (34), warga Bontang, mengaku langsung menghubungi keluarganya setelah membaca informasi tersebut.

“Saya sempat khawatir karena informasinya menyebut daerah kami terdampak. Langsung saya hubungi keluarga untuk memastikan kondisi mereka,” katanya.

Hal serupa disampaikan Siti (29). Menurutnya, banyaknya informasi yang beredar dengan isi berbeda-beda membuat masyarakat sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak.

“Informasinya simpang siur. Jadi sempat takut juga karena tidak tahu mana yang harus dipercaya,” ungkapnya.

BPBD Bontang bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan informasi resmi dari BMKG. Hingga berita ini ditulis, aktivitas masyarakat di Kota Bontang berlangsung normal dan tidak ditemukan tanda-tanda gangguan yang berkaitan dengan potensi tsunami.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk mengedepankan literasi informasi saat terjadi bencana. Di tengah derasnya arus informasi digital, memastikan kebenaran kabar dari sumber resmi menjadi langkah utama untuk mencegah kepanikan yang tidak perlu.