Dikonfirmasi Soal Perlakuan tak Menyenangkan saat PPDB, Kepala SMPN 5 Bontang Pilih Bungkam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
SMPN 5 Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
SMPN 5 Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dikonfirmasi Soal Perlakuan tak Menyenangkan saat PPDB, Kepala SMPN 5 Bontang Pilih Bungkam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
SMPN 5 Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
SMPN 5 Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dikonfirmasi Soal Perlakuan tak Menyenangkan saat PPDB, Kepala SMPN 5 Bontang Pilih Bungkam

SMPN 5 Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin, belum memberikan penjelasan terkait keluhan yang disampaikan salah satu keluarga calon peserta didik baru yang mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Saat ditemui wartawan Pusaranmedia.com di lingkungan SMPN 5 Bontang, Selasa (9/6/2026), Muhiddin enggan memberikan keterangan terkait dugaan insiden yang terjadi dalam proses pendaftaran tersebut.

"Maaf mas, saya banyak kerjaan jadi saya tidak bisa," ujar Muhiddin singkat sebelum meninggalkan lokasi.

Sikap tersebut muncul setelah beredarnya pengakuan seorang warga bernama Narty Lestari yang mengaku merasa dipermalukan ketika mendampingi adiknya mendaftar melalui jalur reguler non-akademik di sekolah tersebut.

Narty menuturkan, awalnya proses pendaftaran berjalan normal. Ia mengambil formulir, mengisi data, dan mengikuti tahapan verifikasi berkas sesuai prosedur yang berlaku.

Namun, situasi berubah ketika dirinya diminta bertemu langsung dengan kepala sekolah untuk membahas kelengkapan dokumen prestasi yang dibawa calon siswa.

Dalam pertemuan itu, Narty mengaku merasa tidak nyaman setelah nilai akademik adiknya disebut dibacakan dengan suara keras di ruangan yang dihadiri sejumlah guru, orang tua peserta lain, dan calon siswa.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku tersinggung setelah kepala sekolah diduga menyampaikan informasi mengenai perilaku calon siswa yang disebut pernah mengganggu guru saat masih bersekolah di tingkat dasar.

Merasa pernyataan tersebut tidak disertai bukti yang jelas, Narty akhirnya memutuskan menarik kembali seluruh berkas pendaftaran dan membatalkan proses yang sedang berlangsung.

"Saya langsung mengambil berkas dan keluar dari ruangan sambil menangis karena merasa sakit hati dan malu," ungkapnya.

Hingga kini, pihak SMPN 5 Bontang belum memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi maupun substansi keluhan yang disampaikan keluarga calon siswa tersebut.

Pusaranmedia.com masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak sekolah serta panitia PPDB guna memperoleh penjelasan yang berimbang dari seluruh pihak terkait.