Supa'ad: Penerima Beasiswa Harus Memiliki Jalur Menuju Dunia Kerja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota DPRD Kalimantan Utara, Supa'ad Hadianto. (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD Kalimantan Utara, Supa'ad Hadianto. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Supa'ad: Penerima Beasiswa Harus Memiliki Jalur Menuju Dunia Kerja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota DPRD Kalimantan Utara, Supa'ad Hadianto. (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD Kalimantan Utara, Supa'ad Hadianto. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Supa'ad: Penerima Beasiswa Harus Memiliki Jalur Menuju Dunia Kerja

Anggota DPRD Kalimantan Utara, Supa'ad Hadianto. (Foto: Istimewa)

TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Kalimantan Utara dari Partai NasDem, Supa'ad Hadianto, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk menyelaraskan program beasiswa dengan program ketenagakerjaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Menurutnya, pemberian beasiswa kepada mahasiswa harus menjadi bagian dari skema pembangunan sumber daya manusia yang utuh, mulai dari akses pendidikan hingga kesiapan memasuki dunia kerja atau membangun usaha mandiri setelah lulus.

“Pemerintah jangan hanya fokus memberikan beasiswa. Setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan, harus ada program lanjutan yang dapat menghubungkan mereka dengan dunia kerja maupun peluang usaha,” ujar Supa'ad, pada pekan ini

Ia menilai sinkronisasi antarlembaga menjadi langkah penting untuk memastikan investasi pemerintah di bidang pendidikan tidak berhenti pada jenjang perkuliahan semata.

Dalam hal ini, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang membidangi program beasiswa perlu membangun keterhubungan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang memiliki program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan penempatan kerja.

“Program beasiswa untuk mahasiswa harus terhubung dengan program yang menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan lapangan pekerjaan atau peluang wirausaha,” katanya.

Supa'ad menegaskan bahwa kolaborasi kedua sektor tersebut akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap pembangunan daerah, terutama dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.

“Dengan begitu, semua bisa sinkron. Targetnya kesejahteraan meningkat dan kemiskinan serta pengangguran bisa menurun dan dikendalikan,” tegasnya. (Adv)