Kepala SMPN 5 Bontang Bantah Tudingan Perlakuan Tidak Menyenangkan saat PPDB

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Muhiddin. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Muhiddin. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kepala SMPN 5 Bontang Bantah Tudingan Perlakuan Tidak Menyenangkan saat PPDB

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Muhiddin. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Muhiddin. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kepala SMPN 5 Bontang Bantah Tudingan Perlakuan Tidak Menyenangkan saat PPDB

Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Muhiddin. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

BONTANG – Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin membantah tudingan yang menyebut dirinya melakukan perlakuan tidak menyenangkan terhadap salah satu keluarga calon peserta didik baru dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

Muhiddin menegaskan, pernyataan yang disampaikan oleh pihak keluarga calon siswa tidak sepenuhnya sesuai dengan kejadian yang sebenarnya terjadi saat proses pendaftaran berlangsung.

Menurutnya, saat itu panitia hanya berupaya melakukan klarifikasi terkait data akademik calon siswa yang mendaftar melalui jalur yang tersedia di SMPN 5 Bontang.

"Pada saat dia mendaftar pada Senin (8/6/2026), kita kan hanya bertanya nilai adiknya kok rendah betul," ujar Muhiddin kepada Wartawan Pusaranmedia pada Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, pertanyaan tersebut merupakan bagian dari proses komunikasi untuk mengetahui latar belakang capaian akademik calon peserta didik.

"Jangan-jangan dia ini tidak suka belajar dan nakal di sekolah," lanjutnya.

Muhiddin menegaskan, kalimat yang disampaikannya bukan merupakan tuduhan, melainkan bentuk pertanyaan yang bertujuan mengklarifikasi kondisi calon siswa.

Namun, menurut pengakuannya, pembicaraan tersebut tidak sempat berlangsung hingga selesai karena pihak keluarga calon siswa langsung meninggalkan ruangan dalam keadaan emosi.

"Tapi dia malah langsung keluar marah dan teriak-teriak," katanya.

Muhiddin mengaku tidak memiliki maksud untuk menyinggung ataupun memberikan penilaian negatif terhadap calon siswa yang bersangkutan. Ia menilai jika informasi yang disampaikannya dianggap tidak sesuai, seharusnya dapat diluruskan melalui dialog saat itu juga.

"Maksud saya kalau memang tidak benar, ya sampaikan kalau yang saya sampaikan ini tidak benar. Karena saya kan hanya mengklarifikasi saja," ujarnya.

Sebelumnya, seorang warga bernama Narty Lestari mengaku merasa dipermalukan saat mendampingi adiknya mengikuti proses pendaftaran di SMPN 5 Bontang. Ia menilai terdapat ucapan yang menyinggung calon siswa sehingga memutuskan menarik kembali berkas pendaftaran yang telah diserahkan.

Perbedaan keterangan antara kedua pihak tersebut kini menjadi perhatian dalam pelaksanaan SPMB di Kota Bontang. Hingga saat ini, masing-masing pihak tetap mempertahankan versinya terkait kronologi yang terjadi saat proses pendaftaran berlangsung.