Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tetap menargetkan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta mulai beroperasi pada 2027, meski proyek strategis tersebut harus menyesuaikan rencana pembangunan akibat pemangkasan anggaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Poniso Suryo Renggono mengatakan pembangunan fisik pelabuhan dijadwalkan dimulai pada 2026 dengan mengutamakan fasilitas yang menjadi syarat utama operasional.
"Perencanaan saya selaku Kepala Dinas Teknis menginginkan 2026 ini bangun dan 2027 itu bisa operasional," ujar Poniso, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, anggaran pembangunan yang semula diusulkan sekitar Rp200 miliar mengalami penyesuaian menjadi Rp150 miliar.
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah membuat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dishub harus menyusun ulang prioritas program.
Akibatnya, pembangunan Pelabuhan Kenyamukan akan difokuskan terlebih dahulu pada fasilitas inti yang mendukung aktivitas kepelabuhanan.
Sementara sarana penunjang direncanakan dibangun secara bertahap pada tahap selanjutnya.
"Saya minta kontraktor siapapun yang menang membangun gedung-gedung yang prioritas untuk operasional. Ada yang utama, ada yang penunjang. Kita bangun yang utama dulu," katanya.
Selain pembangunan fisik, Dishub Kutim juga mempersiapkan berbagai aspek administratif sebagai prasyarat operasional pelabuhan.
Koordinasi dengan kementerian terkait terus dilakukan untuk memastikan seluruh perizinan dan regulasi dapat dipenuhi sesuai ketentuan.
Dalam skema pengelolaan, pemerintah daerah berencana melibatkan perusahaan daerah (Perusda).
Namun, Poniso mengakui masih diperlukan pembenahan terhadap kondisi Perusda agar dapat menjalankan fungsi pengelolaan secara optimal.
Pelabuhan Kenyamukan juga diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat bongkar muat barang dan aktivitas logistik.
Pemerintah daerah menyiapkan konsep pengembangan kawasan terpadu yang mengakomodasi kegiatan ekonomi masyarakat serta sektor pariwisata.
Rencana tersebut meliputi penyediaan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembangunan area parkir, hingga penataan kawasan yang akan melibatkan sejumlah perangkat daerah, termasuk instansi yang menangani urusan pertanahan.
Poniso menilai kehadiran pelabuhan dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Kutim.
Selain memperlancar distribusi barang, infrastruktur tersebut juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru dan mendorong pertumbuhan sektor wisata.
"Efeknya itu kompleks,ada masyarakat, ada pengusaha, pariwisata dan bongkar muat barang. Jadi nanti ekonomi tumbuh, wisata juga akan tumbuh bareng," ujarnya.
Pelabuhan Kenyamukan selama ini digadang-gadang menjadi salah satu infrastruktur strategis penunjang konektivitas dan aktivitas ekonomi di Kutim.


