Tak Ada Modal, Koperasi Merah Putih Balikpapan Belum Bergerak Optimal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Ada Modal, Koperasi Merah Putih Balikpapan Belum Bergerak Optimal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Ada Modal, Koperasi Merah Putih Balikpapan Belum Bergerak Optimal 

Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Sejumlah bangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kota Balikpapan telah rampung dibangun. 

Namun operasional koperasi tersebut hingga kini masih menunggu "Lampu Hijau" dari pemerintah pusat terkait mekanisme pengelolaan dan serah terima.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma mengaku dari 11 unit KKMP yang sedang dibangun, tiga unit telah selesai, sedangkan delapan unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Tiga unit yang telah rampung berada di kawasan Graha Indah, Manggar dan Manggar Baru.

"Sampai saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut. Untuk fisiknya masih dalam tahap pembangunan, namun belum ada arahan resmi mengenai pengisian dan serah terimanya. Kami harus memastikan aturannya terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh," ucap Heru, sapaannya, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah belum dapat menjalankan operasional koperasi secara penuh karena masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. 

Arahan tersebut mencakup sistem pengelolaan, pengisian manajemen,hingga proses serah terima bangunan yang telah selesai dibangun.

Meski demikian, persiapan tetap berjalan. Para pengurus koperasi saat ini mengikuti pelatihan dan mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMN penyedia barang subsidi seperti Bulog, ID Food, dan Pertamina Patra Niaga.

"Bidang usahanya sama semua. Sesuai arahan Instruksi Presiden, koperasi ini difokuskan untuk penyediaan barang-barang subsidi kepada masyarakat," katanya.

Heru menjelaskan, dari total 34 KKMP yang direncanakan berdiri di Balikpapan, kini sekitar setengahnya telah mulai berjalan. 

Bahkan, kata dia, sekitar 16 hingga 18 koperasi telah rutin mengambil barang subsidi atau sembako untuk disalurkan kepada masyarakat.
Namun, perkembangan koperasi dalam beberapa waktu terakhir dinilai belum secepat yang diharapkan.

Salah satu faktor yang diduga menjadi kendala adalah keterbatasan modal yang bersumber dari anggota koperasi. "Sepertinya lebih ke masalah modal," ujarnya.

Ia menjelaskan, modal koperasi idealnya berasal dari iuran pokok dan iuran wajib anggota yang merupakan warga di masing-masing kelurahan tempat koperasi beroperasi.

Dari sisi legalitas, seluruh KKMP di Balikpapan disebut telah memenuhi persyaratan administrasi sejak 2025. Mulai dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) telah dimiliki.

Selain itu, pengurus koperasi juga telah mendapatkan pelatihan terkait pelaporan pajak melalui sistem Coretax. 

Sementara pengawasan koperasi dilakukan melalui mekanisme Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang seluruh laporannya telah disampaikan secara daring kepada Kementerian Koperasi.

Meski berbagai persiapan telah dilakukan, Heru menegaskan operasional penuh KKMP masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat, termasuk terkait penempatan tenaga manajer yang disebut akan didanai oleh pemerintah pusat.

"Kami masih dalam posisi menunggu instruksi ke daerah. Kami juga berharap agar unit-unit yang sudah selesai dibangun ini bisa segera diserahterimakan," pungkasnya.