Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan asesmen visitasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Nasional pada 6–10 Juli 2026.
Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah memperkuat kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mengingat keberhasilan geopark tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan konsep geopark merupakan kerja bersama yang melibatkan berbagai sektor.
Untuk itu, setiap OPD memiliki peran yang saling melengkapi untuk menunjukkan bahwa pengelolaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dilakukan secara terpadu.
“Geopark ini harus memperlihatkan dampak dan kebersamaan semua pihak. Setiap OPD memiliki tugas masing-masing yang saling mendukung. Jadi bukan hanya Disbudpar yang bekerja, tetapi seluruh perangkat daerah harus menunjukkan kontribusinya,” ujarnya usai rapat evaluasi persiapan asesmen di Kantor Disbudpar Berau, Senin (29/6/2026).
Yudha menjelaskan, peran setiap instansi sudah dibagi sesuai bidangnya. Diskoperindag berfokus pada pengembangan geoproduk atau produk unggulan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan bertanggung jawab terhadap kebersihan kawasan, Dinas Perhubungan memastikan penunjuk arah menuju geosite tersedia dengan baik, sementara Dinas Pendidikan memperkuat edukasi mengenai geopark kepada masyarakat dan peserta didik.
“Selama ini masyarakat sering melihat geopark identik dengan pariwisata. Padahal di dalamnya ada aspek konservasi, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian budaya. Semua itu tidak mungkin berjalan tanpa dukungan lintas sektor,” jelasnya.
Menurutnya, rapat evaluasi tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh rekomendasi yang diberikan dapat segera ditindaklanjuti sebelum tim asesor nasional melakukan penilaian lapangan.
“Hasil evaluasi ini akan kami laporkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai bahan koordinasi. Harapannya, ketika asesor datang nanti, seluruh lokasi sudah benar-benar siap, baik dari sisi fasilitas, kebersihan, informasi, maupun keterlibatan masyarakat,” katanya.
Yudha optimistis Geopark Sangkulirang-Mangkalihat mampu mempertahankan status sebagai Geopark Nasional.
Bahkan, keberhasilan pada asesmen kali ini diharapkan menjadi modal penting menuju tahapan yang lebih tinggi, yakni pengusulan sebagai UNESCO Global Geopark.
“Target kita tentu tidak berhenti di tingkat nasional. Ke depan, kami ingin Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bisa melangkah menuju UNESCO Global Geopark. Untuk mencapai itu dibutuhkan komitmen bersama, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun masyarakat,” pungkasnya. (Adv)



