Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menunjukkan sekolah swasta mendominasi peringkat tertinggi di Kota Samarinda.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Wahiduddin mengatakan 10 besar peringkat TKA untuk masing-masing mata pelajaran didominasi oleh sekolah swasta.
Rata-rata nilai TKA Bahasa Indonesia siswa di Samarinda mencapai 66,14, sedangkan rata-rata nilai Matematika berada di angka 42,9 dari skala 100.
Meski begitu, ia menyebut berdasarkan hasil yang ada, untuk Bahasa Indonesia masih berada pada kategori nilai yang cukup. Sedangkan untuk Matematika masih perlu peningkatan lagi.
"Peringkat 10 besar per mata pelajaran dikuasai oleh sekolah swasta," kata Wahiduddin, Selasa (9/6/2026).
Hasil TKA ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Disdikbud Samarinda untuk menyusun strategi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Saat ini Disdikbud masih memprioritaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tengah berlangsung.
Namun dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengumpulkan para kepala sekolah untuk melakukan bedah hasil TKA, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan.
Terkait pemanfaatan hasil TKA, Wahiduddin menjelaskan nilai tes tersebut dapat digunakan sebagai salah satu komponen dalam jalur prestasi pada proses penerimaan peserta didik di jenjang pendidikan berikutnya. Tapi, TKA tidak menjadi syarat kelulusan siswa.
Ia menegaskan, peningkatan capaian akademik siswa tidak dapat dilakukan hanya dengan berfokus pada hasil tes semata.
Menurutnya, yang lebih penting adalah melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Ia berharap hasil TKA tahun ini dapat menjadi bahan refleksi bagi seluruh satuan pendidikan di Samarinda untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Matematika yang masih menjadi tantangan bagi sebagian besar siswa.
"Kita akan melakukan bedah TKA dan mengembangkan strategi pembelajaran yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran," pungkasnya.


