Polres dan Pemkab Kutim Bedah 8 Rumah Warga, Rampung Akhir Juni 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Terlihat Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto SH., S.I.K., MH saat memaku dinding yang dibedah di Sangatta. (Foto: Dok Polres Kutim)
Terlihat Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto SH., S.I.K., MH saat memaku dinding yang dibedah di Sangatta. (Foto: Dok Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Polres dan Pemkab Kutim Bedah 8 Rumah Warga, Rampung Akhir Juni 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Terlihat Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto SH., S.I.K., MH saat memaku dinding yang dibedah di Sangatta. (Foto: Dok Polres Kutim)
Terlihat Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto SH., S.I.K., MH saat memaku dinding yang dibedah di Sangatta. (Foto: Dok Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Polres dan Pemkab Kutim Bedah 8 Rumah Warga, Rampung Akhir Juni 2026

Terlihat Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto SH., S.I.K., MH saat memaku dinding yang dibedah di Sangatta. (Foto: Dok Polres Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). 

Di tengah kebutuhan penanganan yang terus ada, Polres Kutim menggandeng pemerintah daerah untuk melakukan bedah terhadap delapan unit rumah milik warga kurang mampu menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Program yang mulai dikerjakan sejak 8 Juni 2026 itu menyasar rumah-rumah warga yang dinilai membutuhkan perbaikan agar memenuhi standar kelayakan huni. 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi antara Polres Kutim dengan Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta sejumlah pihak lainnya.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak.

"Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan solusi dan bantuan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Fauzan.

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah daerah dan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

Menurut Fauzan, upaya peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat membutuhkan sinergi lintas sektor agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima.

Ketua Panitia Pelaksana Bedah Rumah Polres Kutim, AKP Slamet Riyadi menjelaskan, pengerjaan delapan unit rumah ditargetkan rampung pada 27 Juni 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

"Setiap unit rumah yang menjadi sasaran telah dilakukan plotting personel dan koordinator lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai standar yang telah ditentukan," kata Slamet.

Ia menyebut setelah seluruh proses rehabilitasi selesai, rumah-rumah tersebut direncanakan akan diserahkan kepada penerima manfaat bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara.

Program bedah rumah ini merupakan bagian dari kegiatan serentak di jajaran Polda Kaltim. Berdasarkan alokasi yang ditetapkan, Polda Kaltim menangani 10 unit rumah, Polresta Balikpapan 10 unit, Polres Samarinda 10 unit, Polres Kutai Kartanegara delapan unit, Polres Kutim delapan unit, dan Polres Mahakam Ulu tiga unit rumah.

Terlepas dari program tersebut, kata dia, kebutuhan akan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih menjadi tantangan di Kutim.

Ketersediaan anggaran, validitas data penerima manfaat, hingga pemerataan bantuan menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian agar penanganan rumah tidak layak huni dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui program yang bersifat insidental.