Banner ADV

Ramai Kunjungan Wisatawan, UMKM Berau Didorong Naik Kelas Lewat Kualitas Produk

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ramai Kunjungan Wisatawan, UMKM Berau Didorong Naik Kelas Lewat Kualitas Produk

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ramai Kunjungan Wisatawan, UMKM Berau Didorong Naik Kelas Lewat Kualitas Produk

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB - Meningkatnya arus wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Berau membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Namun di balik lonjakan penjualan yang dirasakan para pelaku usaha, pemerintah daerah kini menyoroti satu hal yang dinilai lebih penting, yakni peningkatan kualitas produk agar mampu bertahan dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan sektor pariwisata telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. 

Kehadiran wisatawan tidak hanya menghidupkan destinasi wisata, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk-produk lokal.

Menurutnya, berbagai produk khas daerah mulai dari makanan olahan hingga kerajinan tangan mengalami peningkatan permintaan seiring bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan. Kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan omzet pelaku UMKM dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Eva mengingatkan bahwa peningkatan pendapatan tersebut tidak boleh membuat pelaku usaha merasa puas. Ia menilai momentum pertumbuhan wisata harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas produk agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Jangan hanya fokus pada penjualan yang meningkat. Kualitas produk harus terus ditingkatkan supaya konsumen tetap percaya dan pasar bisa semakin luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan UMKM saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan produk memenuhi standar yang baik, mulai dari kebersihan, keamanan pangan, hingga tampilan yang mampu menarik perhatian konsumen.

Karena itu, Diskoperindag terus menggencarkan berbagai program pembinaan bagi pelaku usaha. Salah satu yang menjadi prioritas adalah edukasi mengenai standar higienitas produk dan pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan kepercayaan bagi konsumen.

Selain kualitas isi produk, kemasan juga menjadi perhatian. Menurut Eva, kemasan yang menarik dapat meningkatkan daya tarik sebuah produk sekaligus memberikan nilai tambah di mata wisatawan yang mencari oleh-oleh khas daerah.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah rutin menggelar pelatihan yang mencakup berbagai aspek usaha, mulai dari teknik pengolahan produk, desain kemasan, strategi pemasaran, hingga pengelolaan keuangan dan perhitungan biaya produksi.

Melalui pembinaan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu menentukan harga jual yang kompetitif tanpa mengorbankan kualitas. Program pendampingan juga terus diperluas hingga ke wilayah pesisir dan daerah terpencil agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Berau tetap berkomitmen menjadikan UMKM sebagai salah satu fondasi utama perekonomian daerah. 

Dengan kualitas yang terus meningkat, pelaku usaha lokal diharapkan tidak hanya menikmati efek positif dari ramainya sektor wisata, tetapi juga mampu naik kelas, memperluas pasar, dan menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan di Bumi Batiwakkal. (Adv)