Dinkes PPU Kerahkan Seluruh Puskesmas untuk Cegah Penularan TBC

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinkes PPU Kerahkan Seluruh Puskesmas untuk Cegah Penularan TBC

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinkes PPU Kerahkan Seluruh Puskesmas untuk Cegah Penularan TBC 

Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengerahkan seluruh Puskesmas untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC). 

Sebb sampai 2026, ada sekitar 50 orang suspek atau terduga terjangkit penyakit TBC di wilayah Kecamatan Penajam yang memerlukan pemeriksaan lanjutan serta pengobatan. 

“Dinas Kesehatan mengerahkan seluruh Puskesmas untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan penyakit TBC. Karena di Kecamatan Penajam saja ada sekitar 50 orang suspek TBC,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, Rabu (10/6/2026).

Lukas mengapresiasi UPT Puskesmas Penajam melaksanakan lokakarya mini lintas sektoral untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyebaran TBC. 

“Hari ini UPT Puskesmas Penajam melaksanakan pertemuan lokakarya mini untuk membahas mengenai langkah pencegahan dan penanggulangan TBC,” ujarnya. 

Lukas menekankan, warga yang mengalami gejala TBC seperti batu berhak lebih dari dua pekan, sesak napas, demam berkepanjangan, keringat malam, penurunan nafsu makan dan berat badan turun agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas terdekat. 

Apalagi pemerintah memiliki program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. 

“Masyarakat harus memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah ke TBC dengan memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” ujarnya. 

Lukas mengungkapkan, pemerintah telah mencanangkan program eliminasi TBC sebagai bentuk komitmen untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran penyakit menular ini. 

“TBC merupakan penyakit menular melalui udara saat penderita batuk, bersin maupun berbicara. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila penderita disiplin menjalani pengobatan secara rutin selama enam bulan,” pungkasnya.