Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Euforia Piala Dunia FIFA 2026 berpotensi memicu gesekan antarpendukung apabila tidak disikapi dengan bijak.
Menyikapi hal tersebut, Polres Kutai Timur (Kutim) mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai pemicu konflik.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan perbedaan pilihan terhadap tim atau negara peserta merupakan hal yang lumrah dalam ajang sepak bola.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh berkembang menjadi perselisihan yang mengganggu keharmonisan masyarakat.
"Sepak bola pada hakikatnya adalah olahraga yang mempersatukan. Perbedaan dukungan terhadap tim atau negara peserta merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari kemeriahan Piala Dunia. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut menimbulkan perselisihan ataupun konflik di tengah masyarakat," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Fauzan, antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pertandingan kerap diiringi perdebatan antarsuporter, sehingga masyarakat diminta tetap mengedepankan sikap dewasa dan menghormati pilihan masing-masing.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Unggahan yang bersifat provokatif maupun candaan berlebihan dinilai berpotensi memicu pertikaian.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh komentar, candaan berlebihan, maupun unggahan yang bersifat provokatif. Gunakan media sosial secara bijak dan jangan menyebarkan konten yang dapat menimbulkan permusuhan antarpendukung," katanya.
Selain itu, Kapolres meminta masyarakat menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum, termasuk perkelahian akibat fanatisme berlebihan terhadap tim tertentu.
"Jangan sampai hanya karena berbeda tim favorit, hubungan persaudaraan menjadi rusak. Kita semua adalah bagian dari masyarakat Kutai Timur yang harus menjaga kebersamaan dan keharmonisan," tegas Fauzan.
Ia berharap momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai sportivitas perlu menjadi landasan dalam menikmati setiap pertandingan.
"Semangat sportivitas harus selalu dikedepankan. Nikmati pertandingan dengan gembira, hormati hasil yang ada dan tetap jaga persaudaraan. Inilah nilai-nilai positif yang harus kita tunjukkan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026," ujarnya.


