Banner ADV

Instalasi Lama Dihidupkan Kembali, Harapan Baru Air Bersih Warga Maratua

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2121 kali dibaca
Bupati Berau tinjau kondisi mesin instalasi air di Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati Berau tinjau kondisi mesin instalasi air di Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Instalasi Lama Dihidupkan Kembali, Harapan Baru Air Bersih Warga Maratua

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2121 kali dibaca
Bupati Berau tinjau kondisi mesin instalasi air di Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati Berau tinjau kondisi mesin instalasi air di Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Instalasi Lama Dihidupkan Kembali, Harapan Baru Air Bersih Warga Maratua

2121
Bupati Berau tinjau kondisi mesin instalasi air di Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Persoalan ketersediaan air bersih di Pulau Maratua terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. 

Di tengah keterbatasan sumber air baku dan kondisi air yang cenderung payau, pemerintah kini memilih langkah yang lebih efisien dengan mengoptimalkan kembali fasilitas pengolahan air yang sudah ada.

Alih-alih membangun instalasi baru dengan biaya besar, Pemkab Berau berencana memanfaatkan peralatan pengolahan air yang selama ini belum beroperasi maksimal. Perangkat tersebut akan dipindahkan dan dikembangkan di kawasan Embung Maratua, Kampung Payung-Payung, yang dinilai memiliki potensi lebih baik untuk mendukung layanan air bersih bagi masyarakat.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (AMPLP) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli, mengatakan seluruh peralatan yang masih dalam kondisi layak akan dimanfaatkan kembali agar tidak menjadi aset yang terbengkalai.

Menurutnya, pengembangan instalasi di sekitar embung menjadi pilihan yang lebih realistis karena mampu menekan kebutuhan anggaran sekaligus memperluas jangkauan pelayanan air bersih bagi warga.

“Peralatan yang ada masih memungkinkan untuk digunakan kembali. Karena itu kami mengkaji pemindahannya ke kawasan Embung Maratua agar manfaatnya bisa lebih optimal,” ujarnya.

Rencana tersebut juga mendapat dukungan langsung dari Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Saat meninjau fasilitas instalasi air di sekitar Kantor Kecamatan Pulau Maratua, ia menilai pemanfaatan aset yang sudah tersedia dapat menghemat anggaran daerah dalam jumlah yang cukup besar.

Bahkan, skema tersebut diperkirakan mampu mengurangi kebutuhan biaya pembangunan hingga sekitar Rp10 miliar dibandingkan jika pemerintah harus membangun sistem baru dari awal.

Sri Juniarsih menjelaskan, lahan untuk pengembangan instalasi di kawasan embung telah tersedia. Melalui perubahan anggaran tahun berjalan, pemerintah akan mulai menyiapkan area pembangunan beserta fondasinya sebagai tahap awal pelaksanaan program.

“Persiapan lahan dan konstruksi dasar ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan,” ucapnya.

Setelah seluruh sarana pendukung siap, proses pemindahan peralatan direncanakan dilakukan pada tahun 2027 bersamaan dengan peningkatan kapasitas tampungan air di Embung Payung-Payung.

Meski belum menjadi solusi menyeluruh bagi kebutuhan air bersih seluruh warga Maratua, langkah tersebut dinilai sebagai upaya paling cepat dan efisien yang dapat dilakukan saat ini.

Sementara itu, pemerintah daerah juga masih membuka peluang penggunaan teknologi desalinasi sebagai solusi jangka panjang. Namun opsi tersebut masih memerlukan kajian mendalam mengingat kebutuhan investasi dan biaya operasional yang relatif tinggi.

“Saya harap pelayanan air bersih di wilayah kepulauan ini dapat terus ditingkatkan sekaligus memastikan aset daerah yang telah tersedia bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat,”pungkasnya. (Adv)