BEM KM Unmul Soroti Dinamika Pemilihan Rektor, Tolak Intervensi dari Luar Kampus

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Presiden BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul), Rahmatsyah Baihaqi Hakim. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
Wakil Presiden BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul), Rahmatsyah Baihaqi Hakim. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BEM KM Unmul Soroti Dinamika Pemilihan Rektor, Tolak Intervensi dari Luar Kampus

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Presiden BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul), Rahmatsyah Baihaqi Hakim. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
Wakil Presiden BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul), Rahmatsyah Baihaqi Hakim. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BEM KM Unmul Soroti Dinamika Pemilihan Rektor, Tolak Intervensi dari Luar Kampus

Wakil Presiden BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul), Rahmatsyah Baihaqi Hakim. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Wakil Presiden BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul), Rahmatsyah Baihaqi Hakim, menyoroti dinamika yang terjadi dalam proses pemilihan rektor di lingkungan kampus.

Ia menilai adanya indikasi intervensi dari pihak luar yang berpotensi memengaruhi jalannya tahapan pemilihan.

Menurut Rahmatsyah, munculnya surat dari kementerian yang berkaitan dengan proses pemilihan rektor menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk intervensi yang dapat mencederai independensi kampus dalam menentukan pemimpinnya.

"Kami juga menolak segala bentuk intervensi dari luar. Kampus harus diberikan ruang untuk menjalankan proses pemilihan rektor secara mandiri dan demokratis," tegasnya.

Kata dia, selama proses pemilihan berlangsung, mahasiswa justru merasa kurang dilibatkan dalam pembahasan berbagai isu strategis kampus. Padahal, mahasiswa merupakan salah satu pihak yang akan merasakan langsung dampak kebijakan rektor terpilih.

Rahmatsyah juga menilai pemaparan visi dan misi calon rektor seharusnya tidak hanya ditujukan kepada senat atau kelompok tertentu, melainkan juga kepada mahasiswa sebagai bagian terbesar dari civitas akademika.

"Kami merasa visi dan misi bukan hanya untuk kebutuhan internal tertentu saja. Mahasiswa juga perlu mengetahui dan mengkritisi program yang ditawarkan para calon rektor," terangnya. 

BEM KM Unmul membuka ruang dialog bagi seluruh calon rektor untuk hadir langsung di hadapan mahasiswa. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang selama ini belum terakomodasi.

"Kami mengundang siapa pun calon rektor untuk datang ke mahasiswa, mendengarkan langsung apa yang mereka inginkan dan butuhkan dari kampus ini," pesannya.

BEM KM Unmul berharap proses pemilihan rektor dapat berjalan secara transparan, demokratis, serta bebas dari campur tangan pihak luar sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan dan kepentingan civitas akademika, khususnya mahasiswa.