Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Catat Kemajuan Proyek Sisi Nubi AOI

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Catat Kemajuan Proyek Sisi Nubi AOI. (Foto: Humas PHM)
Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Catat Kemajuan Proyek Sisi Nubi AOI. (Foto: Humas PHM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Catat Kemajuan Proyek Sisi Nubi AOI

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Catat Kemajuan Proyek Sisi Nubi AOI. (Foto: Humas PHM)
Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Catat Kemajuan Proyek Sisi Nubi AOI. (Foto: Humas PHM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Catat Kemajuan Proyek Sisi Nubi AOI 

Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Catat Kemajuan Proyek Sisi Nubi AOI. (Foto: Humas PHM)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan kemajuan dalam pengembangan Lapangan Lepas Pantai Sisi Nubi, Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Perusahaan resmi mengoperasikan (onstream) Platform WPN-6 yang menjadi platform keempat dari total enam platform yang dikembangkan dalam Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5.

Produksi dari Platform WPN-6 diawali dengan beroperasinya sumur NB-601 pada 5 Juni 2026 dengan capaian produksi gas sekitar 6 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Tiga hari kemudian, tepatnya 8 Juni 2026, sumur NB-603 mulai berproduksi dengan kapasitas sekitar 8 MMSCFD.

PHM menargetkan kedua sumur tersebut dapat menghasilkan produksi gas hingga 20 MMSCFD setelah proses optimalisasi dan stabilisasi sumur serta fasilitas produksi selesai dilakukan.

Keberhasilan onstream WPN-6 melanjutkan capaian tiga platform sebelumnya, yakni WPS-4 yang mulai beroperasi pada 4 Desember 2025, WPS-5 pada 23 Februari 2026, dan WPN-7 pada 23 Maret 2026. Rangkaian pencapaian ini menunjukkan pengembangan lapangan berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.

“Pencapaian proyek ini sangat penting untuk menjaga kesinambungan produksi migas dari Kalimantan, khususnya Wilayah Kerja Mahakam, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi,” ujarnya.

Menurut Setyo, PHM bersama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan terus berkomitmen menjalankan investasi dan operasi hulu migas yang mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, kepatuhan, dan penciptaan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan SNB AOI 1-3-5 juga tidak terlepas dari penerapan inovasi dan teknologi yang menjadi strategi perusahaan dalam mempertahankan tingkat produksi migas di tengah tantangan penurunan alami pada lapangan-lapangan yang telah matang (mature field).

“Kami meyakini inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis untuk menjaga produksi sekaligus menahan laju penurunan produksi alamiah pada lapangan migas yang sudah mature,” jelasnya.

Keberhasilan onstream Platform WPN-6 didukung oleh kesiapan tim dalam menjalankan sejumlah tahapan pengujian penting sebelum fasilitas beroperasi. Tahapan tersebut meliputi Emergency Shutdown (ESD) Test untuk memastikan sistem keselamatan berfungsi optimal, pembersihan sumur (well clean up), hingga uji kebocoran menggunakan nitrogen guna memastikan seluruh fasilitas aman sebelum memulai produksi.

Setyo menegaskan, kolaborasi lintas fungsi serta dukungan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan proyek tersebut.

“Sinergi seluruh tim serta dukungan para pemangku kepentingan internal maupun eksternal perusahaan menjadi kunci keberhasilan pencapaian proyek ini,” pungkasnya.

PHM merupakan anak perusahaan dari  PT Pertamina Hulu Indonesia⁠ yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Sebagai kontraktor kontrak kerja sama pemerintah yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas, PHM terus mendorong inovasi dan penerapan teknologi guna menjaga keberlanjutan produksi migas nasional serta mendukung ketahanan energi Indonesia.