Harga Bawang Merah Capai Rp70 Ribu per Kilogram

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Harga Bawang Merah Capai Rp70 Ribu per Kilogram

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Harga Bawang Merah Capai Rp70 Ribu per Kilogram

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Harga Bawang Merah Capai Rp70 Ribu per Kilogram

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Harga Bawang Merah Capai Rp70 Ribu per Kilogram

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok pasca-Iduladha mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). 

Lonjakan harga yang terjadi di Pasar Induk Sangatta Utara dinilai tidak lazim karena biasanya kenaikan harga terjadi menjelang hari besar keagamaan, bukan setelahnya.

Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Sangatta Utara, komoditas seperti minyak goreng dan bawang merah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. 

Pedagang menduga kondisi tersebut dipengaruhi terganggunya distribusi barang akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Akibat hambatan distribusi tersebut, pasokan sejumlah kebutuhan pokok dan sayuran segar ke pasar tradisional di Sangatta dilaporkan sempat berkurang, bahkan mengalami kekosongan.

"Ya naik semua, lonjak naiknya kalau minyak goreng mulai bulan lalu. Kayak minyak kemasan dari harga Rp14.000 naik sampai Rp20.000," kata Supardi, salah seorang pedagang di Pasar Induk Sangatta Utara.

Selain minyak goreng, harga bawang merah dan bawang putih juga ikut terdongkrak.

Untuk bawang merah kualitas kupas, harga eceran yang sebelumnya berada pada kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per Kilogram, kini mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per Kilogram.

"Bawang-bawang yang naik. Kalau bawang merah sudah naik Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilo, padahal sebelumnya kita jual paling tinggi Rp50 ribu saja," ujar pedagang lainnya, Alfrida.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas kering seperti gula pasir dan tepung terigu. 

Meski peningkatannya relatif kecil, berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram, kondisi tersebut tetap menambah beban pengeluaran masyarakat.

Di sisi lain, beberapa kebutuhan pokok masih menunjukkan harga yang relatif stabil. Telur ayam serta beras premium maupun beras medium belum mengalami perubahan harga yang signifikan.

Sementara itu, harga cabai rawit justru mengalami penurunan. Jika sebelumnya sempat menyentuh Rp80.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp55.000 per kilogram.

Para pedagang mengaku heran dengan kenaikan harga yang terjadi setelah momentum Idul Adha. Mereka menilai kondisi tersebut berbeda dengan pola yang biasa terjadi setiap tahun.

Mereka berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga, salah satunya melalui operasi pasar dan pengawasan terhadap distribusi barang agar pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia.

"Harapannya supaya harga ini stabil, jangan terlalu lonjak naiknya, terlalu tinggi," pungkas Alfrida.