Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pelosok Kabupaten Berau segera mendapat perhatian lebih serius.
Setelah sempat terkendala berbagai persoalan, termasuk dinamika batas wilayah yang terjadi antara Berau dan Kutai Timur, pembangunan dua sekolah filial akhirnya dipastikan mulai direalisasikan tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Berau telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan SD Filial Semindal di Kampung Biatan Ilir dan SD Filial Birang di wilayah Gunung Tabur.
Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut diharapkan mampu mendekatkan layanan pendidikan dasar kepada masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk bersekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah menjelaskan bahwa proses koordinasi dan persiapan lahan telah dilakukan. Untuk pembangunan SD Filial Semindal, seluruh persyaratan administrasi maupun status lahan telah dinyatakan tuntas sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.
“Untuk Semindal semuanya sudah siap. Lahannya clear and clean dan lokasinya juga berada di luar area yang sempat menjadi polemik perbatasan beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah tersebut nantinya akan dibangun sekitar satu kilometer dari kawasan permukiman warga. Meski demikian, lokasi itu dinilai paling tepat karena telah memenuhi berbagai aspek teknis dan legalitas yang dibutuhkan.
Sementara itu, pembangunan SD Filial Birang masih menunggu penyelesaian administrasi berupa surat dari pihak Kelurahan Gunung Tabur. Setelah dokumen tersebut diterbitkan, proses pembangunan akan segera dijalankan karena anggaran telah tersedia.
Keberadaan sekolah filial menjadi solusi untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau.
Dengan hadirnya sekolah yang lebih dekat, diharapkan angka partisipasi sekolah dapat meningkat dan anak-anak tidak lagi menghadapi kendala jarak untuk memperoleh pendidikan.
Pemkab Berau menargetkan pembangunan kedua sekolah tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan sarana pendidikan yang lebih merata hingga ke wilayah pedalaman.


