Banner ADV

Rumput Laut Biatan Tembus Pasar Ekspor, Diskan Fokus Tingkatkan Kualitas Pembudidaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Rumput Laut Biatan Tembus Pasar Ekspor, Diskan Fokus Tingkatkan Kualitas Pembudidaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Rumput Laut Biatan Tembus Pasar Ekspor, Diskan Fokus Tingkatkan Kualitas Pembudidaya

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Di tengah berkembangnya sektor perikanan budidaya di Berau, rumput laut dari Kampung Karangan, Kecamatan Biatan berhasil menembus pasar internasional.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono mengatakan permintaan rumput laut dari luar negeri terus berjalan. Saat ini, hasil produksi masyarakat dipasarkan ke China dan Hong Kong melalui jalur distribusi dari Tarakan, Surabaya, dan Makassar.

Menurutnya, dalam kurun waktu tiga bulan pengiriman rumput laut kering bisa mencapai dua kontainer atau sekitar 40 ton. Dengan capaian tersebut, produksi rumput laut kering dari Biatan diperkirakan mencapai 160 hingga 360 ton per tahun.

Saat ini budidaya rumput laut di Kampung Karangan dilakukan di lahan seluas sekitar 60 hektare yang dikelola oleh 40 rumah tangga perikanan. 

“Potensi ini mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir,” ucapnya.

Budiono menjelaskan, harga rumput laut kering untuk pasar ekspor mencapai sekitar Rp15 ribu per kilogram. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan harga pasar lokal yang berada di kisaran Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.

Melihat peluang yang terus berkembang, Dinas Perikanan Berau tahun ini menyiapkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi para pembudidaya. Sebanyak lima orang akan diberangkatkan mengikuti pelatihan di Balai Besar Budidaya Rumput Laut Takalar.

“Kami ingin pembudidaya memiliki kemampuan yang lebih baik agar produktivitas dan kualitas hasil panen terus meningkat sehingga mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Budiono.

Selain memiliki pasar yang luas, rumput laut juga dinilai memiliki nilai tambah tinggi karena dapat diolah menjadi berbagai produk, mulai dari bahan pangan, kosmetik, hingga kebutuhan kesehatan. 

Dengan masa panen sekitar 45 hari, komoditas ini dipandang berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir Berau. (Adv)