Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BERAU - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan komitmennya tidak hanya pada pembangunan konektivitas digital, tetapi juga pelestarian lingkungan di wilayah terdepan Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan bertajuk "Melihat Langsung Dampak Konektivitas Digital di Pulau Terdepan Indonesia", BAKTI Komdigi bersama 31 jurnalis dari Balikpapan dan Samarinda melakukan penanaman terumbu karang di perairan Pulau Maratua, serta aksi bersih-bersih sampah di kawasan dermaga umum Maratua, Kabupaten Berau.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan lingkungan di salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur (Kaltim) yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Penanaman terumbu karang dilakukan dengan melibatkan penyelam lokal asal Maratua. Sementara para jurnalis yang mengikuti kegiatan berpartisipasi dengan mengikat bibit-bibit terumbu karang ke dalam rangka besi sebelum diturunkan ke dasar laut.
Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar mengatakan pembangunan wilayah perbatasan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada aspek pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga harus memperhatikan sektor ekonomi dan kelestarian lingkungan.
"Untuk perbatasan ada perubahan paradigma. Bukan hanya menjaga kedaulatan yang memang sangat penting, tetapi juga ada fungsi ekonomi dan fungsi kelestarian lingkungan hidup," ucap Indah sapaannya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga ekosistem alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.
Untuk itu, setiap kunjungan lapangan yang dilakukan BAKTI tidak hanya berorientasi pada pemasangan dan evaluasi layanan internet, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang memberi dampak bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.
"Makanya kami usahakan di setiap kunjungan bukan hanya menginstalasi internet, tetapi juga memperhatikan aspek ekonomi dan kelestarian alam," katanya.
Melalui kolaborasi dengan pengelola resort, masyarakat lokal, dan media, BAKTI mulai menginisiasi program penanaman bibit terumbu karang di perairan Maratua.
Indah berharap terumbu karang yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan bawah laut Pulau Maratua yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di Indonesia.
"Salah satunya adalah membangun dan menginisiasi bersama pihak resort dan media untuk memberikan bibit terumbu karang yang sudah kita lemparkan ke laut. Mudah-mudahan tumbuh dan ketika kita datang lagi ke sana, Maratua akan jauh lebih indah," harapannya.
Selain penanaman terumbu karang, peserta kegiatan juga melakukan aksi pembersihan sampah di kawasan dermaga umum Maratua.
Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan digital dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.
BAKTI menilai keberadaan internet di wilayah perbatasan tidak hanya berfungsi membuka akses komunikasi dan informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana mendukung promosi pariwisata, pengembangan ekonomi lokal, hingga kampanye pelestarian lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, Pulau Maratua tidak hanya dipandang sebagai wilayah terdepan yang membutuhkan konektivitas, tetapi juga sebagai beranda depan Indonesia yang memiliki potensi ekonomi dan kekayaan alam yang harus dijaga bersama.


