Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau bersama Event Organizer (EO) Mata Sanggam menyiapkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Maratua Musik Festival (M2F) 2026.
Tak lagi sekadar menghadirkan hiburan musik, festival yang digelar pada 30 Juni hingga 4 Juli mendatang itu akan menjadikan budaya lokal sebagai sajian utama untuk memperkenalkan identitas Maratua kepada wisatawan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan M2F tahun ini dirancang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya.
Selain menghadirkan hiburan, festival tersebut menjadi ruang promosi budaya, pemberdayaan UMKM hingga kampanye pelestarian lingkungan di Pulau Maratua.
Menurut Yudha, pihaknya ingin wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan pantai dan laut Maratua, tetapi juga mengenal kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat setempat.
Untuk itu, berbagai pertunjukan budaya akan mendominasi rangkaian acara selama lima hari pelaksanaan festival.
“Konsep tahun ini lebih lengkap. Kami ingin budaya lokal menjadi daya tarik utama sehingga wisatawan mendapat pengalaman yang berbeda saat berkunjung ke Maratua,” ujarnya.
Beragam kesenian tradisional disiapkan untuk mengisi panggung M2F, mulai dari pertunjukan budaya Bajau, permainan musik Kolintang, hingga penampilan musik tradisional Sape.
Tak hanya itu, sejumlah band lokal asal Maratua juga diberi ruang lebih besar untuk tampil dan menunjukkan potensi daerah.
Yudha menjelaskan, festival ini juga menjadi momentum menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sebanyak pelaku UMKM dari 13 kecamatan di Berau akan dilibatkan melalui bazar yang disediakan secara gratis selama kegiatan berlangsung.
“Kami ingin manfaat festival ini dirasakan langsung masyarakat. Karena itu UMKM lokal kami fasilitasi agar bisa memasarkan produknya kepada wisatawan yang datang,” katanya.
Selain pertunjukan budaya dan bazar ekonomi kreatif, M2F juga diisi berbagai kegiatan sosial dan lingkungan seperti aksi bersih pantai, penanaman pohon, hingga pelepasan tukik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan destinasi wisata unggulan Berau.
Meski menghadirkan artis nasional sebagai penutup acara, Yudha menegaskan fokus utama M2F tetap berada pada promosi budaya dan potensi lokal.
Ia berharap festival tersebut semakin memperkuat citra Maratua sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang khas dan berkelanjutan. (Adv)


