Dinas KUKMPP Nunukan Dorong UMKM Perkuat Branding dan Kemasan untuk Tingkatkan Daya Saing

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Produk UMKM milik pelaku usaha di Kabupaten Nunukan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Produk UMKM milik pelaku usaha di Kabupaten Nunukan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas KUKMPP Nunukan Dorong UMKM Perkuat Branding dan Kemasan untuk Tingkatkan Daya Saing

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Produk UMKM milik pelaku usaha di Kabupaten Nunukan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Produk UMKM milik pelaku usaha di Kabupaten Nunukan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas KUKMPP Nunukan Dorong UMKM Perkuat Branding dan Kemasan untuk Tingkatkan Daya Saing

Produk UMKM milik pelaku usaha di Kabupaten Nunukan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan didorong untuk terus meningkatkan daya saing usaha melalui penguatan merek (branding), perbaikan kualitas kemasan, serta perluasan jaringan pemasaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan usaha yang khas di wilayah perbatasan dan kepulauan.

Kepala Bidang UKM pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Mardiana, mengatakan sektor UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, kondisi geografis Nunukan yang berada di wilayah perbatasan menyebabkan pelaku usaha menghadapi biaya produksi yang relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Menurutnya, tingginya biaya distribusi barang dan pengadaan bahan baku menjadi salah satu kendala utama yang harus dihadapi para pelaku UMKM. Oleh karena itu, inovasi dan penguatan nilai tambah produk menjadi strategi yang perlu terus dikembangkan agar usaha tetap mampu bersaing di pasar.

"Pelaku UMKM tidak cukup hanya fokus menjual produk. Mereka juga harus mampu membangun identitas usaha yang kuat, meningkatkan kualitas kemasan, serta memperluas jejaring pemasaran agar produknya semakin dikenal," ujar Mardiana.

Ia menjelaskan, penguatan merek dan kemasan produk dapat memberikan nilai tambah yang signifikan. Selain meningkatkan daya tarik konsumen, kemasan yang baik juga berperan dalam membangun kepercayaan pasar terhadap kualitas produk yang ditawarkan.

DKUKMPP juga mengimbau para pelaku UMKM untuk aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga lainnya. Melalui program tersebut, pelaku usaha berpeluang memperoleh akses pelatihan, dukungan pembiayaan, hingga kesempatan promosi yang lebih luas.

Mardiana menilai keterlibatan UMKM dalam program pembinaan akan membuka peluang lebih besar bagi produk lokal untuk menembus pasar di luar Kabupaten Nunukan, bahkan hingga ke daerah lain di Indonesia.

"Semakin banyak pelaku UMKM yang menjadi binaan berbagai lembaga, semakin besar pula peluang mereka mendapatkan akses pengembangan usaha dan promosi produk ke pasar yang lebih luas," ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Nunukan sebenarnya telah merencanakan sejumlah program peningkatan kapasitas UMKM pada tahun 2026, termasuk pelatihan pengemasan (packaging) dan pengembangan merek produk. Namun, kebijakan efisiensi anggaran yang mencapai sekitar 50 persen mengharuskan sejumlah program dilakukan penyesuaian.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, DKUKMPP memastikan upaya pembinaan terhadap UMKM tetap berjalan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk menjajaki kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendukung pelaksanaan pelatihan dan pendampingan usaha.

"Kami berupaya agar pelaku UMKM tetap memperoleh pendampingan dan peningkatan kapasitas. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu solusi agar program pengembangan UMKM tetap dapat dilaksanakan," jelasnya.

Selain pelatihan, DKUKMPP masih menjalankan program bantuan kemasan produk bagi UMKM yang telah lolos proses kurasi. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pelaku usaha yang mengembangkan produk hilirisasi berbasis komoditas unggulan daerah, seperti rumput laut, hasil perikanan, dan berbagai produk lokal lainnya.

Mardiana menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk harus menjadi fokus utama para pelaku usaha. Dengan didukung merek yang kuat, kemasan yang menarik, serta jaringan pemasaran yang luas, UMKM diharapkan mampu tumbuh lebih cepat dan bertahan menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

"Yang paling penting adalah bagaimana pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produknya, membangun merek yang kuat, dan memperluas jejaring usaha. Dengan demikian, usaha yang dijalankan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara berkelanjutan," pungkasnya.