Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Sebanyak 163 keluarga kurang mampu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan bantuan pembangunan jamban sehat atau fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).
Dari 163 keluarga kurang mampu ini yakni 110 kepala keluarga di Kelurahan Maridan. Kecamatan Sepaku dan 53 kepala keluarga di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam
Bantuan pembangunan jamban sehat bagi keluarga kurang mampu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp1,5 miliar.
“Tahun ini, PPU mendapatkan DAK sebesar Rp1,5 miliar untuk bantuan pembangunan jamban sehat,” kata Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Jimmy Julianto, Minggu (14/6/2026).
Jimmy mengungkapkan, bantuan pembangunan jamban sehat diprioritaskan bagi warga kurang mampu. Karena masih banyak ditemukan jamban yang belum memenuhi standar kesehatan lingkungan.
Bantuan pembangunan fasilitas MCK ini juga merupakan bagian dari program pencegahan stunting. Karena, salah satu penyebab terjadinya stunting lantaran dalam pengelolaan sanitasi di masyarakat tidak sesuai dengan standar kesehatan lingkungan.
“Program bantuan jamban sehat ini merupakan bagian dari pencegahan stunting,” bebernya.
Bantuan pembangunan jamban sehat, kata Jimmy, akan dilengkapi dengan septic tank berteknologi biofilter yang kedap dan aman dibandingkan dengan septic tank konvensional.
“Kedalaman septic tank sekitar 1,65 meter dan kapasitas 800 liter,” ujarnya.
Jimmy membeberkan, program jamban sehat tidak hanya menggunakan DAK dari pemerintah pusat, tetapi Pemkab PPU juga mengalokasikan anggaran Rp400 juta untuk bantuan perbaikan kamar mandi dan kloset bagi keluarga kurang mampu.
“Dari APBD PPU juga ada yang dialokasikan untuk bantuan perbaikan kamar mandi dan kloset,” pungkasnya.


