HMI Soroti Kondisi Jembatan Tua di Sungai Payang, Minta Pemkab Kukar Segera Bertindak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi jembatan di Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu (Foto: Regy Elfadianur)
Kondisi jembatan di Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu (Foto: Regy Elfadianur)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

HMI Soroti Kondisi Jembatan Tua di Sungai Payang, Minta Pemkab Kukar Segera Bertindak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi jembatan di Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu (Foto: Regy Elfadianur)
Kondisi jembatan di Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu (Foto: Regy Elfadianur)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

HMI Soroti Kondisi Jembatan Tua di Sungai Payang, Minta Pemkab Kukar Segera Bertindak

Kondisi jembatan di Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu (Foto: Regy Elfadianur)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti kondisi jembatan tua di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu yang dinilai sudah tidak layak digunakan dan memerlukan penanganan serius dari pemerintah daerah.

Jembatan utama yang menjadi akses penghubung masyarakat tersebut masih menggunakan konstruksi kayu dan telah berusia sekitar 54 tahun. 

Namun seiring bertambahnya usia, kondisi jembatan dinilai semakin memprihatinkan karena mengalami sejumlah kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna.

Bendahara Umum HMI Komisariat Hukum Cabang Kukar, Regy Elfadianur mengatakan Desa Sungai Payang merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis di Daerah Pemilihan (Dapil) V Kukar.

Menurutnya, sejumlah tokoh daerah, termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kukar berasal dari dapil tersebut, yakni Dapil V. 

Namun, Regy menilai perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar di wilayah tersebut masih belum optimal, khususnya pada akses penghubung yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Desa Sungai Payang dikenal sebagai salah satu wilayah yang turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun hingga saat ini masih terdapat infrastruktur penting yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga adalah kondisi jembatan penghubung utama yang masih berbahan kayu.

Selain usianya yang telah melampaui lima dekade, sejumlah bagian jembatan juga mengalami kerusakan.

“Setiap kali dilintasi, jembatan bergoyang. Beberapa papan juga sudah patah. Kondisi ini tentu membahayakan pengguna karena jika terjatuh, langsung ke sungai,” katanya.

Menurut Regy, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat karena menjadi jalur utama yang menghubungkan beberapa wilayah di sekitar Desa Sungai Payang.

Selain menunjang mobilitas warga, jembatan itu juga digunakan untuk aktivitas pendidikan, perekonomian, serta distribusi kebutuhan sehari-hari.

Ia mengungkapkan, perbaikan terhadap jembatan memang pernah dilakukan. Tapi upaya tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tanpa dukungan langsung dari pemerintah.

“Warga bergotong royong memperbaiki bagian yang rusak demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Namun perbaikan swadaya tentu tidak bisa menjadi solusi jangka panjang,” ungkapnya.

Kondisi material kayu yang mulai lapuk dan rapuh membuat masyarakat khawatir saat melintasi jembatan. Risiko kecelakaan dinilai semakin tinggi, terutama ketika jembatan dilalui kendaraan atau saat cuaca buruk.

Sebagai satu-satunya akses utama yang menghubungkan masyarakat Sungai Payang dengan wilayah lain, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan rehabilitasi maupun pembangunan jembatan permanen yang lebih aman dan layak.

Regy juga berharap Bupati Kukar dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur tersebut demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Harapan warga sederhana, yakni adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk membangun jembatan yang lebih aman dan representatif. Infrastruktur ini sangat penting karena menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setiap hari,” tutupnya.