Aliansi Balikpapan Bergerak Desak Evaluasi Kebijakan BBM, Soroti Begal hingga Lampu Jalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Massa aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Massa aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Aliansi Balikpapan Bergerak Desak Evaluasi Kebijakan BBM, Soroti Begal hingga Lampu Jalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Massa aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Massa aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Aliansi Balikpapan Bergerak Desak Evaluasi Kebijakan BBM, Soroti Begal hingga Lampu Jalan

Massa aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Aliansi Balikpapan Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026). 

Massa aksi bergerak sekitar pukul 14.40 WITA setelah berkumpul di kawasan simpang Balikpapan Plaza.

Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi tuntutan utama yang disuarakan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Balikpapan Bergerak, Wisnu Nugroho mengatakan meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kebijakan fiskal, khususnya terkait subsidi energi di tengah kenaikan harga BBM.

Menurutnya, kenaikan harga BBM memiliki dampak berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari harga kebutuhan pokok hingga biaya transportasi masyarakat.

"Grand issuenya tetap di BBM karena efek dominonya panjang. Kenaikan BBM akan berdampak pada bahan pokok pangan dan transportasi yang semuanya ikut naik," kata Wisnu.

Massa juga menyoroti distribusi BBM subsidi jenis Pertalite di Balikpapan yang dinilai masih terbatas.

Wisnu menyebut saat ini hanya beberapa SPBU yang melayani distribusi Pertalite sehingga menyulitkan masyarakat memperoleh BBM subsidi tersebut.

Tak hanya isu nasional, Aliansi Balikpapan Bergerak juga membawa sejumlah tuntutan daerah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah maraknya aksi begal yang dinilai meresahkan warga, khususnya di sejumlah titik rawan kriminalitas.

Menurut Wisnu, korban begal tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga mahasiswa.

"Permasalahan begal ini sudah banyak korbannya, baik mahasiswa maupun warga," ujarnya.

Massa juga menyoroti persoalan parkir kendaraan di sekitar SPBU Kilometer (KM) 15 yang dinilai menyebabkan penyempitan badan jalan dan memicu kemacetan.

Selain itu, mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan segera menuntaskan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sebelumnya ditargetkan mencapai 1.600 titik.

Wisnu menilai keberadaan lampu jalan sangat penting untuk menekan potensi tindak kriminalitas, terutama di kawasan yang masih minim penerangan.

"Kami meminta pemerintah kota serius menyelesaikan program PJU karena masih banyak kawasan yang gelap dan rawan tindak kriminal," katanya.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengatakan menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya aksi.

Menurutnya, pengamanan yang dilakukan bukan semata-mata untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada peserta aksi agar dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan nyaman.

"Semoga adik-adik mahasiswa bisa menyampaikan pendapatnya dengan baik dan mengikuti aturan terkait ketertiban sehingga tidak mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat lainnya," ujarnya.

Dalam pengamanan aksi tersebut, Polresta Balikpapan menempatkan personel Polisi Wanita (Polwan) di barisan terdepan.

Kombes Pol Jerrold menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari pendekatan preemtif dan preventif melalui dialog dengan peserta aksi.

"Kami yakin peserta aksi juga ada mahasiswinya, sehingga keberadaan Polwan di depan diharapkan bisa menciptakan suasana yang nyaman dan aman," katanya.

Untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar lokasi aksi, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow. 

Langkah tersebut dilakukan agar arus kendaraan tetap berjalan tanpa harus menutup akses jalan secara penuh.

"Kami mencoba melakukan contraflow karena kalau jalan ditutup total tentu akan banyak keluhan masyarakat. Petugas sudah kami tempatkan di sejumlah titik untuk memastikan lalu lintas tetap tertib dan aman," tuturnya.

Saat ini aksi unjuk rasa masih berlangsung dan terhenti karena adzan Salat Ashar berkumandang. Namun, saat situasi tersebut sempat terjadi keributan yang diduga akibat pencurian ban dari massa aksi.