Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Di tengah aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Balikpapan, pemandangan berbeda justru terlihat di ruas Jalan Jenderal Sudirman yang ditutup untuk kendaraan, Senin (15/6/2026).
Sejumlah anak-anak memanfaatkan jalan yang steril dari lalu lintas tersebut sebagai lapangan bola dadakan.
Mereka bermain di area yang ditutup mulai dari tikungan depan Masjid Agung At-Taqwa hingga kawasan sekitar gedung DPRD.
Aksi mereka tak kalah mencolok dibanding massa demonstran yang saat itu masih bernegosiasi dengan pejabat pemerintah dan DPRD.
Massa aksi diketahui belum dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri, maupun Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo karena sedang berada di luar kota.
Sementara itu, anak-anak yang bermain bola justru menghadirkan suasana berbeda.
Umpan-umpan pendek, dribel sederhana, hingga teriakan saat mencetak gol membuat ruas jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan berubah menjadi arena pertandingan layaknya laga FIFA World Cup 2026.
Saat ditanya sedang bermain apa, mereka kompak menjawab sedang bermain bola.
"Main bola," jawab mereka serempak.
Ketika ditanya mengapa memilih bermain di lokasi tersebut, salah seorang anak mengaku menikmati suasana jalan yang sedang kosong.
"Enak," ujarnya singkat.
Bahkan, seorang anak lainnya berseloroh bahwa jalan yang ditutup itu terasa seperti lapangan di Brasil, negara yang dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia.
"Kayak lapangan Brasil," katanya disambut tawa teman-temannya.
Mereka mengaku memanfaatkan kesempatan karena jalan ditutup akibat aksi demonstrasi.
"Karena ada demo, jadi ditutup jalannya, mending kita main bola aja, Om," ujar salah seorang anak.
Di sela permainan, salah seorang anak bernama Umar mengatakan momen seperti itu tidak sering mereka temui.
"Kita jarang-jarang, Om," kata Umar.
Sorak-sorai dan teriakan gol beberapa kali terdengar dari kelompok anak-anak tersebut. Mereka tampak menikmati lapangan dadakan yang terbentuk akibat penutupan jalan selama aksi berlangsung.
Bagi mereka, aksi demonstrasi yang membuat arus lalu lintas terhenti justru menghadirkan ruang bermain yang tak biasa.
Untuk sesaat, Jalan Jenderal Sudirman berubah menjadi arena "Piala Dunia" versi anak-anak Balikpapan, lengkap dengan semangat, selebrasi, dan tawa riang para pemainnya.


