Reses Zulfikar Yusliskatin di Tanah Grogot, Serap Aspirasi dan Jabarkan Metode Pembangunan MYC

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota DPRD Paser Zulfikar Yusliskatin. (Foto : Dok DPRD Paser)
Anggota DPRD Paser Zulfikar Yusliskatin. (Foto : Dok DPRD Paser)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Reses Zulfikar Yusliskatin di Tanah Grogot, Serap Aspirasi dan Jabarkan Metode Pembangunan MYC

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota DPRD Paser Zulfikar Yusliskatin. (Foto : Dok DPRD Paser)
Anggota DPRD Paser Zulfikar Yusliskatin. (Foto : Dok DPRD Paser)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Reses Zulfikar Yusliskatin di Tanah Grogot, Serap Aspirasi dan Jabarkan Metode Pembangunan MYC

Anggota DPRD Paser Zulfikar Yusliskatin. (Foto : Dok DPRD Paser)

Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin

TANA PASER - Anggota DPRD Paser, Zulfikar Yusliskatin memberikan pemahaman kepada kalangan muda tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Tahun Jamak atau Multi Years Contract (MYC). 

Ini disampaikan Zulfikar Yusliskatin di hadapan puluhan pasang mata dari kalangan muda dan pelaku usaha saat kegiatan reses kedua masa sidang ketiga 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) satu, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser pada pekan lalu.

Kegiatan reses yang ditujukan untuk menyerap aspirasi masyarakat, serta menerima saran, masukan dan rekomendasi terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat maupun penyelenggaraan roda pemerintahan di Paser.

“Selain menyerap aspirasi masyarakat, kami juga memanfaatkan kegiatan reses untuk memberikan pemahaman tentang program yang dijalankan pemerintah dan reperda yang tengah disusun untuk kepentingan masyarakat Paser,” kata Zulfikar Yusliskatin.

Dalam kegiatan tersebut, Zulfikar mengaplikasikan konsep diskusi atau tanya jawab secara langsung, warga mengutarakan aspirasi maupun permasalahannya, langsung mendapatkan jawaban dan solusi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Zulfikar mengatakan para generasi muda yang masih duduk di bangku kuliah menyuarakan ihwal bantuan biaya kuliah atau beasiswa dari pemerintah. Sebab itu sangat membantu dan memudahkan anak muda dalam menempuh pendidikan.

Selain itu, para mahasiswa juga meminta adanya peningkatan dan penambahan fasilitas pendidikan sejumlah sekolah tinggi agar mahasiswa bisa lebih nyaman, semangat dan mudah dalam menerima ilmu yang diberikan para dosennya.

Disisi lain, sejumlah pelaku usaha sempat mempertanyakan tentang realisasi program Kredit Paser Tuntas yang hingga kini masih bisa dihitung jari, padahal sekitar 800 pelaku usaha sudah mengajukan permohonan ke dinas terkait.

Sayangnya, kata dia, proses pencairan Kredit Paser Tuntas sepenuhnya menjadi kewenangan mitra perbankan. Calon debitur (peminjam) mesti memenuhi syarat kelayakan untuk mendapatkan suntikan dana dari kreditur (pemberi pinjaman).

“Proses pencairan Kredit Paser Tuntas sepenuhnya dipegang pihak perbankan. Dinas terkait hanya bisa merekomendasikan para pelaku usaha yang layak mendapatkan bantuan itu,” tutur Zulfikar.

Di samping itu, para pelaku usaha juga menginginkan pemerintah untuk membuat kegiatan pelatihan untuk pelaku usaha secara berkelanjutan. Juga sempat meminta peningkatan badan jalan untuk memudahkan mobilitas para pedagang.

Lebih lanjut, Zulfikar juga sempat memberikan pemahaman soal Raperda pembiayaan pembangunan infrastruktur tahun jamak yang tengah digodok DPRD Paser.

Sistem penganggaran ini menjamin ketersediaan dana untuk proyek lintas tahun. Cara ini memastikan pembangunan besar dapat berjalan terus, selesai tepat waktu, serta berjalan efektif dan efisien.

Manfaat terbesar dari metode ini adalah kepastian dana yang terjamin sampai proyek tuntas, sehingga pembangunan tidak terhenti atau mangkrak hanya karena alokasi anggaran yang dibatasi per tahun.

Namun, risiko kenaikan biaya karena inflasi atau tender ulang seperti yang biasa terjadi pada proyek tahunan dapat dihindari. Kontraktor pun dapat bekerja tanpa jeda, tanpa harus menunggu anggaran baru disetujui setiap tahun.

Perencanaan jangka panjang membantu pemerintah daerah mencapai sasaran utama pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum, yang dikerjakan secara terpadu dan berkesinambungan.

“Mekanisme multiyears sangat mendukung aspek pemerataan pembangunan di Paser. Supaya tidak ada lagi kawasan yang terisolir maupun tertinggal. Maju dan berkembang bersama,” ucap Zulfikar. (Adv)