Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Perubahan pola pengeluaran masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini mulai dirasakan berbagai sektor, termasuk perparkiran.
Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menilai tren efisiensi yang dilakukan warga berpotensi mempengaruhi pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor transportasi dan parkir pada 2026.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan Dishub dibebani target PAD sebesar Rp200 miliar pada tahun ini.
Namun, kondisi ekonomi dan perubahan pola mobilitas masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam mencapai target tersebut.
Menurutnya, masyarakat kini cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran, termasuk dalam penggunaan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.
“Dulunya mungkin tiga kendaraan digunakan bersamaan, sekarang bisa jadi cukup satu kendaraan saja,” kata Manalu.
Menurutnya, berkurangnya mobilitas masyarakat secara langsung dapat mempengaruhi potensi penerimaan dari sektor transportasi dan perparkiran.
Sebab, kata dia, semakin sedikit kendaraan yang beraktivitas, semakin kecil pula potensi retribusi yang dapat dihimpun.
Meski demikian, Dishub Samarinda tetap berupaya mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan yang menjadi kewenangannya.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas sosialisasi program parkir berlangganan, serta meningkatkan tata kelola parkir tepi jalan agar lebih tertib dan transparan.
Ia menuturkan, sektor parkir sejauh ini masih menjadi salah satu sumber PAD yang menunjukkan tren positif. Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan dari sektor tersebut terus mengalami peningkatan.
Data Dishub mencatat, pendapatan dari parkir tepi jalan umum pada 2024 mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Sementara pendapatan dari tempat parkir khusus tercatat sekitar Rp1,3 miliar.
Tren peningkatan itu telah terlihat sejak akhir 2022. Saat itu, pendapatan parkir tepi jalan berada di kisaran Rp1,6 miliar dan terus bertumbuh hingga menembus Rp2,3 miliar pada 2024.
Hal serupa juga terjadi pada pendapatan dari tempat parkir khusus yang realisasinya jauh melampaui target awal. Dari target sekitar Rp360 juta, realisasi penerimaan mampu menembus lebih dari Rp1 miliar.
Meski capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang positif, Manalu menegaskan bahwa kondisi ekonomi masyarakat tetap harus menjadi pertimbangan dalam menyusun proyeksi dan target pendapatan daerah.
Untuk itu, Dishub akan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan di lapangan sekaligus mencari strategi yang dapat menjaga tren pertumbuhan pendapatan tanpa membebani masyarakat.
“Kita akan melihat dan melakukan evaluasi. Tapi yang jelas kami tetap berupaya maksimal untuk meningkatkan PAD,” pungkasnya.


