Banner ADV

Joni Alla Padang Desak Kepastian Mitigasi Banjir Bontang, Warga Butuh Jaminan Keselamatan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Allo Padang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Allo Padang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Joni Alla Padang Desak Kepastian Mitigasi Banjir Bontang, Warga Butuh Jaminan Keselamatan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Allo Padang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Allo Padang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Joni Alla Padang Desak Kepastian Mitigasi Banjir Bontang, Warga Butuh Jaminan Keselamatan

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Allo Padang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Banjir yang kembali melanda salah satu wilayah di Kota Bontang mendapat komentar dari DPRD Kota Bontang.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padangmenilai masyarakat kini membutuhkan kepastian langkah penanganan dan mitigasi dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Menurut Joni, bencana yang terjadi berulang kali menunjukkan masih adanya persoalan mendasar yang perlu segera dituntaskan. 

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah menjelaskan program lanjutan yang akan dilakukan, termasuk dukungan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

“Peristiwa yang terus berulang ini menunjukkan bahwa ada wilayah yang memang mengalami persoalan serius dan membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Kami ingin mengetahui apakah ada atau tidak alokasi anggaran untuk pembangunan lanjutan,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, fokus utama saat ini bukan mencari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya banjir.

Lebih penting, kata dia, adalah menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menilai warga berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai langkah pemerintah dalam mengurangi risiko bencana, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

“Hal yang ditunggu masyarakat adalah bagaimana setiap amanah yang diberikan dapat diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata, bukan hanya sekadar laporan yang dibuat,” katanya.

Joni menyebut, rasa aman dan nyaman menjadi kebutuhan utama masyarakat yang tinggal di kawasan rawan terdampak banjir.

Untuk itu, pemerintah perlu memastikan adanya strategi jangka pendek maupun jangka panjang untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Selain itu, DPRD akan menjadikan persoalan banjir sebagai salah satu perhatian dalam pembahasan perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah.

Langkah tersebut dinilai penting agar program penanganan yang disusun memiliki dukungan pendanaan yang memadai.

Ia mengingatkan potensi banjir masih dapat kembali muncul apabila hujan deras terjadi dalam waktu yang lama.

Kondisi tersebut tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya ingatkan ketika hujan deras kembali turun, persoalan ini bisa kembali muncul dan tentunya sangat mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Joni berharap seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dalam merespons persoalan tersebut. 

Menurutnya, keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan DPRD dan partisipasi masyarakat agar upaya yang dilakukan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. (Adv)