Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – DPRD Kota Bontang menilai potensi maritim yang dimiliki daerah belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai daya tarik investasi.
Padahal, posisi geografis Bontang yang didukung akses laut dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung aktivitas ekspor dan impor serta pengembangan sektor ekonomi lainnya.
Ini disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi saat Rapat Kerja Komisi B DPRD dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal di ruang rapat Sekretariat DPRD, Senin (15/6/2026).
Menurut Winardi, pembahasan regulasi investasi tidak hanya berorientasi pada penyederhanaan perizinan dan administrasi.
Pemkot juga perlu menyusun peta investasi yang mampu menampilkan secara rinci berbagai peluang usaha yang dimiliki Bontang.
Ia menilai selama ini potensi unggulan daerah, khususnya sektor maritim belum tergambar secara jelas dalam dokumen promosi investasi yang dapat diakses calon investor.
“Saya belum melihat adanya peta investasi yang menunjukkan bahwa laut Bontang memiliki potensi besar untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan peta investasi menjadi instrumen penting untuk memperkenalkan keunggulan daerah secara terukur.
Investor membutuhkan informasi yang lengkap mengenai potensi ekonomi sebelum memutuskan menanamkan modal di suatu wilayah.
Winardi menjelaskan, Bontang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki keunggulan strategis di sektor kelautan yang dapat dikembangkan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah agar memasukkan potensi maritim ke dalam perencanaan investasi yang lebih komprehensif.
Dengan demikian, peluang pengembangan usaha berbasis logistik, perdagangan dan aktivitas pelabuhan dapat lebih mudah dipromosikan kepada investor.
“Maka maksud saya peta potensinya harus dibuat. Kita membahas perda dan di dalamnya ada kewenangan pemerintah daerah terkait perencanaan penanaman modal melalui penyusunan peta investasi,” katanya.
Winardi menegaskan, tanpa pemetaan yang jelas, berbagai potensi yang dimiliki daerah berisiko tidak dikenal oleh calon investor.
Akibatnya, peluang investasi yang seharusnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja menjadi kurang optimal.
Melalui pembahasan Raperda Penanaman Modal, DPRD berharap penyusunan peta investasi dapat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing Bontang sekaligus memberikan arah yang lebih jelas dalam pengembangan investasi jangka panjang. (Adv)



