Festival UMKM Perdana di Kaltim, 1.100 Pelaku Usaha Dapat Akses Perizinan, KUR Nasional Tembus Rp133 Triliun

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik. (Foto: Tim Pemkot Balikpapan)
Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik. (Foto: Tim Pemkot Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Festival UMKM Perdana di Kaltim, 1.100 Pelaku Usaha Dapat Akses Perizinan, KUR Nasional Tembus Rp133 Triliun

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik. (Foto: Tim Pemkot Balikpapan)
Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik. (Foto: Tim Pemkot Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Festival UMKM Perdana di Kaltim, 1.100 Pelaku Usaha Dapat Akses Perizinan, KUR Nasional Tembus Rp133 Triliun

Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik. (Foto: Tim Pemkot Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Sebanyak 1.100 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memadati BSCC Dome Balikpapan dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026, Rabu (17/6/2026). 

Kegiatan ini menjadi festival pertama yang digelar Kementerian UMKM di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam rangka peringatan Bulan Kewirausahaan dan Hari UMKM Nasional 2026.

Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan festival tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi UMKM melalui kemudahan perizinan, sertifikasi, akses pembiayaan hingga perlindungan hukum.

"Kalimantan Timur menjadi lokasi pertama pelaksanaan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026. Ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan pada tahun lalu dengan berbagai inovasi baru," ucap Riza.

Pada pelaksanaan festival 2025, lebih dari 14 ribu UMKM di 10 provinsi memperoleh layanan langsung, mulai dari penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga berbagai layanan legalitas usaha lainnya.

Dari program tersebut, sekitar 14 juta UMKM berhasil bertransformasi dari sektor informal menjadi sektor formal sepanjang 2025. 

Selain itu, lebih dari 6,5 juta produk UMKM memperoleh sertifikasi halal dan lebih dari satu juta UMKM mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Pencapaian lainnya, lebih dari empat juta UMKM mendapatkan akses pembiayaan formal melalui Kredit Usaha Rakyat pada tahun 2025," katanya.

Untuk 2026, Kementerian UMKM menghadirkan dua inovasi baru dalam festival tersebut. Pertama, seluruh peserta akan terintegrasi ke dalam sistem digital Sapa UMKM. 

Kedua, layanan di Mal Pelayanan Publik atau PTSP Balikpapan akan ditambah 10 layanan baru yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha setelah kegiatan berakhir.

Menurut Riza, festival ini tidak hanya menghadirkan layanan legalitas usaha, tetapi juga konsultasi bisnis, pendampingan hukum, sosialisasi program pemerintah, pelatihan digitalisasi usaha hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengembangan usaha.

"Apa yang kita lakukan hari ini tidak berhenti saat acara selesai. Kami ingin layanan yang tersedia tetap bisa dimanfaatkan UMKM agar semakin mudah berkembang dan naik kelas," ujarnya.

Selain layanan langsung, festival juga menghadirkan pameran produk unggulan UMKM Kaltim, serta penyerahan berbagai sertifikat dan dokumen legalitas usaha kepada para pelaku UMKM.

Riza turut memaparkan perkembangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kaltim. 

Hingga Juni 2026, secara nasional KUR telah tersalurkan sebesar Rp133 triliun kepada lebih dari 1,1 juta UMKM.

Sementara di Kaltim, penyaluran KUR telah mencapai sekitar Rp1,92 triliun kepada 24 ribu UMKM yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan penyaluran terbesar mencapai sekitar Rp400 miliar, disusul Kota Samarinda sebesar Rp361 miliar dan Kabupaten Paser sekitar Rp270 miliar.

Riza menilai masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan pemanfaatan KUR pada semester kedua 2026 agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan.

"Harapannya kredit usaha rakyat dapat menjangkau lebih banyak UMKM sehingga mampu mendorong pertumbuhan usaha dan mempercepat UMKM naik kelas di Kalimantan Timur," tuturnya.

Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 melibatkan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perbankan, lembaga penjamin, perguruan tinggi hingga platform digital. 

Pemerintah berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mendukung target nasional mencetak 10 juta wirausaha yang bekerja dan berusaha secara produktif.

Melalui festival ini, pemerintah juga optimistis UMKM dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kaltim di tengah pembangunan dan persiapan daerah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).