Banner ADV

UMKM Berau Mulai Beralih ke Transaksi Digital, Pemkab Perluas Penggunaan QRIS

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Berau saat melalukan pembayaran produk UMKM lokal menggunakn QRIS. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Bupati Berau saat melalukan pembayaran produk UMKM lokal menggunakn QRIS. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

UMKM Berau Mulai Beralih ke Transaksi Digital, Pemkab Perluas Penggunaan QRIS

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Berau saat melalukan pembayaran produk UMKM lokal menggunakn QRIS. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Bupati Berau saat melalukan pembayaran produk UMKM lokal menggunakn QRIS. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

UMKM Berau Mulai Beralih ke Transaksi Digital, Pemkab Perluas Penggunaan QRIS

Bupati Berau saat melalukan pembayaran produk UMKM lokal menggunakn QRIS. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Perkembangan teknologi pembayaran digital mulai mengubah pola transaksi di kalangan pelaku usaha di Kabupaten Berau. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu langkah memperkuat ekosistem ekonomi digital, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang pasar.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai transformasi sistem pembayaran dari tunai ke non-tunai merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari di era digital saat ini. Menurutnya, QRIS menjadi solusi yang memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli karena lebih praktis, cepat, dan aman.

“Sekarang masyarakat sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital. Karena itu saya berharap semakin banyak pedagang dan pelaku UMKM yang memanfaatkan QRIS untuk mendukung usahanya,” ujarnya.

Ia mengatakan, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih tertata. Setiap transaksi dapat tercatat dengan baik sehingga memudahkan pelaku usaha melakukan evaluasi terhadap perkembangan usahanya.

Sri Juniarsih menambahkan, digitalisasi transaksi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang lebih modern dan kompetitif. Terlebih, tren pembayaran digital terus meningkat seiring meningkatnya penggunaan telepon pintar di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menyebut sebagian besar pelaku UMKM binaan pemerintah daerah kini telah mengenal dan mulai menggunakan QRIS dalam aktivitas usahanya. 

Menurutnya, respons pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital cukup positif karena mampu memperluas pilihan transaksi bagi konsumen.

“QRIS bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam dunia usaha saat ini. Banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaatnya karena transaksi menjadi lebih mudah dan pembeli memiliki lebih banyak pilihan metode pembayaran,” katanya.

Menurutnya, digitalisasi juga dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal, terutama dalam menghadapi pasar yang semakin kompetitif. Selain memudahkan transaksi, penggunaan QRIS dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen karena sistem pembayaran yang digunakan lebih transparan dan tercatat dengan baik.

“Kami ingin pelaku UMKM di Berau semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan QRIS, mereka tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet usaha,” jelasnya.

Melalui perluasan penggunaan QRIS, Pemkab Berau berharap budaya transaksi non-tunai dapat semakin berkembang di tengah masyarakat. 

Upaya tersebut diyakini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan. (Adv)