Banner ADV

Wisata Kelas Dunia, Jaringan Internet Maratua Belum Sepenuhnya Andal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wisata Kelas Dunia, Jaringan Internet Maratua Belum Sepenuhnya Andal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wisata Kelas Dunia, Jaringan Internet Maratua Belum Sepenuhnya Andal

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Keindahan Pulau Maratua terus menjadi magnet wisatawan, terlebih menjelang pelaksanaan Maratua Music Festival (M2F).

Namun di balik pesona pantai dan lautnya yang mendunia, masih ada persoalan yang kerap dikeluhkan pengunjung, yakni jaringan telekomunikasi yang belum stabil.

Bagi wisatawan, akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan. Koneksi yang baik dibutuhkan untuk berkomunikasi, bekerja secara daring hingga membagikan pengalaman berwisata melalui media sosial yang secara tidak langsung menjadi promosi bagi destinasi wisata Berau.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi mengakui kualitas jaringan di Pulau Maratua memang belum sepenuhnya optimal.
Hingga kini, pembangunan layanan telekomunikasi di kawasan tersebut baru mencapai sekitar 70 persen.

Menurutnya, layanan internet yang ada saat ini masih mengandalkan pancaran sinyal dari menara Base Transceiver Station (BTS) di Derawan dan Tanjung Batu. Kondisi tersebut membuat kualitas jaringan sangat bergantung pada cuaca.

“Kalau cuaca kurang baik, otomatis kualitas sinyal ikut menurun. Itu yang sering dirasakan masyarakat maupun wisatawan saat berada di Maratua,” ujarnya.

Didi menjelaskan, belum adanya menara BTS yang berdiri langsung di Pulau Maratua menjadi penyebab utama masih terbatasnya jangkauan jaringan.

Padahal, apabila BTS telah dibangun di pulau tersebut, cakupan layanan internet diperkirakan dapat menjangkau area hingga radius sekitar satu sampai dua kilometer dengan kualitas yang jauh lebih baik.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut sebenarnya telah diupayakan melalui kolaborasi antara Telkom Balikpapan dan Telkomsel Tarakan.
Namun, untuk pembangunan BTS permanen di Maratua, kewenangannya masih berada di pemerintah pusat.

Untuk itu, Diskominfo Berau terus melakukan koordinasi dan menyampaikan usulan agar pembangunan BTS di kawasan terluar tersebut dapat segera direalisasikan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Harapannya, pembangunan BTS di Pulau Maratua bisa segera mendapat persetujuan sehingga kualitas jaringan telekomunikasi semakin baik dan mampu mendukung sektor pariwisata,” kata Didi.

Ia menilai keberadaan jaringan internet yang andal menjadi salah satu infrastruktur penting bagi pengembangan destinasi wisata. 

Selain meningkatkan kenyamanan wisatawan, konektivitas yang baik juga akan mendukung promosi digital, aktivitas pelaku usaha lokal, hingga penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional seperti Maratua Music Festival.

Dengan meningkatnya kunjungan wisata ke Maratua setiap tahunnya, Didi berharap penguatan infrastruktur telekomunikasi dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata. (Adv)