10 Tahun Mangkrak, DPRD Balikpapan Dorong Inovasi Pasar Rakyat Km 12 Jadi Pasar Hewan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

10 Tahun Mangkrak, DPRD Balikpapan Dorong Inovasi Pasar Rakyat Km 12 Jadi Pasar Hewan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

10 Tahun Mangkrak, DPRD Balikpapan Dorong Inovasi Pasar Rakyat Km 12 Jadi Pasar Hewan

Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Pasar rakyat Kilometer (Km) 12 yang terletak di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan hingga kini masih mangkrak dan belum beroperasi sejak selesai dibangun sekitar sepuluh tahun lalu. 

Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono mendorong adanya inovasi alih fungsi jenis pasar dari Dinas Perdagangan (Disdag) guna menghidupkan kembali fasilitas yang terbangun dari dana hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut.

Budiono mengungkapkan, Komisi II DPRD Balikpapan sebenarnya telah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pasar. 

Awalnya, fasilitas tersebut sempat diproyeksikan sebagai tempat penampungan bagi para pedagang dari Pasar Besi Tua, bahkan beberapa petak los pasar telah disiapkan.

Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat kelanjutan program tersebut terhenti.

"Sampai hari ini anggaran belum mendukung karena adanya pemotongan dana Transfer Ke Daerah dari pemerintah pusat. Jadi, untuk sementara belum bisa kami anggarkan lagi untuk kelanjutan pembangunannya," ucap Budiono saat ditemui, Kamis (18/6/2026).

Meskipun menghadapi kendala anggaran, Budiono menegaskan bahwa kawasan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. 

Ia meminta Disdag Balikpapan lebih kreatif dalam mencari solusi, salah satunya dengan mengubah konsep pasar agar lebih menarik minat masyarakat dan pedagang.

Dibandingkan memaksakan komoditas kelontong atau pasar loak yang lokasinya dinilai terlalu jauh dari jangkauan pusat kota, Budiono mengusulkan agar pasar itu dialihfungsikan menjadi pasar khusus, seperti pasar hewan atau pasar burung.

"Peruntukannya harus tetap fungsi pasar. Kreativitas dari Dinas Perdagangan sangat diperlukan di sini. Bisa saja diinovasikan menjadi pasar hewan, pasar burung atau pasar musiman. Di Jawa, pasar hewan seperti sapi, kambing, dan ayam itu sangat hidup karena peminatnya banyak. Inovasi ini yang harus dicoba," jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum inovasi tersebut berjalan, pemerintah kota juga harus membenahi aksesibilitas menuju lokasi terlebih dahulu guna memberikan kenyamanan bagi warga yang akan berkunjung.

Budiono juga menyayangkan perencanaan awal pembangunan Pasar Rakyat KM 12 oleh pemprov yang dinilai kurang matang, terutama dalam pemilihan lokasi, sehingga aset tersebut menjadi tidak produktif dalam waktu yang lama.

"Pasar ini kan dibangun menggunakan dana hibah dari Pemprov Kaltim, termasuk penentuan titik lokasinya. Tapi, tampaknya kajian awal mereka memang kurang matang, sehingga setelah selesai dibangun justru tidak ada pedagang yang menempati," pungkasnya.