Pemkot Samarinda Siapkan Rp3 Miliar Atasi Tempias di Pasar Pagi, Sudah Masuk Tahap Lelang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Samarinda Siapkan Rp3 Miliar Atasi Tempias di Pasar Pagi, Sudah Masuk Tahap Lelang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Samarinda Siapkan Rp3 Miliar Atasi Tempias di Pasar Pagi, Sudah Masuk Tahap Lelang

Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan

SAMARINDA – Keluhan pedagang terkait tempias hujan yang masih terjadi di bangunan baru Pasar Pagi Samarinda dipastikan segera mendapat penanganan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk memperbaiki bagian bangunan yang menjadi sumber masuknya air hujan.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas, mengatakan saat ini proses perbaikan masih berada pada tahap administrasi dan lelang pekerjaan. Pemkot menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum akhir tahun 2026.

"Anggarannya sudah ada sekitar Rp3 miliar dan saat ini sedang berproses untuk lelang. Yang jelas Desember 2026 harus sudah selesai," kata Marnabas, Kamis (18/6/2026).

Marnabas menegaskan, penanganan tempias tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mengikuti mekanisme penganggaran pemerintah. Dana perbaikan telah dialokasikan melalui pergeseran anggaran sehingga seluruh proses wajib mengikuti ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan kondisi tersebut berbeda dengan penanganan sejumlah persoalan darurat lainnya yang dapat menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT), seperti yang pernah dilakukan pada penanganan Pasar Segiri pasca-kebakaran.

"Tidak bisa langsung dicairkan begitu saja. Kalau di anggaran perubahan justru akan lebih lama," terangnya.

Marnabas mengakui kemunculan tempias menjadi persoalan yang tidak diprediksi sejak awal pembangunan. 

Saat proses perencanaan, pemerintah bahkan telah melibatkan tenaga ahli untuk mengatur sirkulasi udara di dalam bangunan pasar agar tetap nyaman bagi pedagang dan pengunjung.

Salah satu hasil rekomendasi tersebut adalah membuat beberapa bagian bangunan lebih terbuka guna memperlancar aliran udara. Namun, desain yang semula dianggap tepat justru menimbulkan persoalan baru setelah pasar mulai ditempati.

"Perencanaan itu tidak ada yang sempurna. Ini juga menjadi evaluasi bagi kami," ungkapnya.

Selain faktor desain, intensitas hujan yang belakangan terjadi di Samarinda dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal saat perencanaan dilakukan. Kondisi itu membuat air hujan lebih mudah masuk ke area dalam bangunan pasar.

Meski demikian, Pemkot Samarinda memastikan tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Pemerintah, kata Marnabas, telah mengambil langkah konkret dengan menyiapkan anggaran dan mempercepat proses pengadaan pekerjaan agar keluhan pedagang dapat segera teratasi.

Perbaikan yang akan dilakukan berupa pemasangan sistem pelindung atau sliding pada bagian bangunan yang menjadi titik masuk tempias. Dengan langkah tersebut, Pemkot berharap kenyamanan pedagang dan pengunjung Pasar Pagi dapat meningkat tanpa mengganggu fungsi sirkulasi udara yang telah dirancang sebelumnya.

"Kami sebenarnya ingin cepat menyelesaikan persoalan ini. Namun semua harus berjalan sesuai regulasi yang berlaku," pungkasnya.